Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Rudal Iran Paksa Para Pejabat Israel Sembunyi, Netanyahu: Hari yang Menyakitkan

Ototitas Iran menyatakan bahwa serangan ini merupakan balasan atas agresi dua hari terakhir yang menewaskan lebih dari 200 orang di Iran.

Editor: Willem Jonata
Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni
DIHANTAM RUDAL - Lokasi serangan rudal Iran yang menyasar kota Beit Shemesh, Barat Yerusalem, Minggu (1/3/2026). Jumlah korban tewas akibat serangan rudal Iran sejauh ini telah meningkat menjadi 8 warga Israel. 

Ringkasan Berita:
  • Tak hanya wilayah Israel, IRGC mengklaim menargetkan fasilitas militer AS di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang dianggap mendukung agresi terhadap Iran
  • Serangan yang dinamakan pihak Iran "Operasi True Promise 4" dilaporkan telah menelan korban jiwa dari pihak militer AS dan warga sipil Israel
  • Layanan darurat Magen David Adom dan Kepolisian Israel mengonfirmasi sembilan orang tewas dan 28 lainnya luka-luka dalam insiden tersebut. AS juga melaporkan 3 anggotanya tewas

 

TRIBUNNEWS.COM – Eskalasi militer di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan gelombang serangan balasan besar-besaran menyasar wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS). 

Serangan yang dinamakan "Operasi True Promise 4" ini dilaporkan telah menelan korban jiwa dari pihak militer AS dan warga sipil Israel.

Komando Pusat AS (US Central Command) mengonfirmasi pada Minggu (1/3/2026) pagi bahwa tiga anggota militer Amerika tewas dan lima lainnya luka parah akibat serangan Iran yang menyasar pangkalan-pangkalan operasional AS di kawasan tersebut.

Selain Israel, IRGC mengklaim juga menargetkan fasilitas militer di Bahrain (Armada Kelima), Qatar, dan Uni Emirat Arab yang dianggap mendukung agresi terhadap Iran.

Sementara, di wilayah Israel, dampak paling mematikan terjadi di Kota Beit Shemesh, dekat Yerusalem. 

Satu rudal balistik Iran dilaporkan menghantam area pemukiman dan mengenai langsung sebuah sinagoge serta tempat perlindungan bom (bomb shelter) di bawahnya.

Baca juga: Rudal Serangan Balasan Iran Hujani Pangkalan Militer AS: 3 Tentara Amerika Tewas, Qatar-UEA Membara

Layanan darurat Magen David Adom dan Kepolisian Israel mengonfirmasi sembilan orang tewas dan 28 lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.

ANCAMAN NETANYAHU - Dalam wawancara eksklusif bersama CBS News pada Selasa (14/10/2025), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi gencatan senjata dengan Hamas.
ANCAMAN NETANYAHU - Dalam wawancara eksklusif bersama CBS News pada Selasa (14/10/2025), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi gencatan senjata dengan Hamas. (YouTube CBS News)

Paramedis di lokasi kejadian menggambarkan situasi kacau dengan rumah-rumah yang hancur, mobil terbakar, serta puing-puing bangunan yang berserakan.

Tim penyelamat masih terus melakukan pencarian di reruntuhan bangunan untuk mengantisipasi adanya korban tambahan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pernyataannya dari atas atap markas besar IDF Kirya di Tel Aviv, menegaskan bahwa serangan Israel ke jantung Teheran akan terus meningkat.

Ia menyebut hari-hari ini sebagai "hari yang menyakitkan" bagi Israel, namun berjanji akan menghancurkan pemerintah berkuasa Iran secara meyakinkan.

"Kombinasi kekuatan ini memungkinkan kami melakukan apa yang telah saya dambakan selama 40 tahun—menyerang rezim teror secara tegas," ujar Netanyahu dikutip dari Times of Israel.

Namun, klaim berbeda disampaikan oleh pihak Iran.

Melalui kantor berita Tasnim, IRGC menyebut bahwa serangan presisi mereka ke Tel Aviv dan Haifa telah memaksa para pejabat senior Israel, termasuk Perdana Menteri Netanyahu, bersembunyi di bunker-bunker bawah tanah yang dibentengi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved