Iran Vs Amerika Memanas
Di Tengah Perang, Iran Putus Akses Internet Global, Warga Terisolasi dari Dunia Luar
Iran putus internet global di tengah perang, WNI di Teheran kesulitan komunikasi, warga asing bertahan lewat VPN.
Ringkasan Berita:
- Di tengah konflik, Iran memutus akses internet global sehingga warga Iran dan WNA, termasuk Indonesia, kesulitan berkomunikasi dengan dunia luar.
- WNI di Teheran, Laini Misra, mengungkap warga harus kucing-kucingan memakai VPN yang tidak stabil.
- Sementara itu, harga sembako melonjak tajam meski fasilitas vital tetap berfungsi.
TRIBUNNEWS.COM - Di tengah konflik yang memanas, Iran memutus akses internet global.
Langkah ini membuat warga Iran dan Warga Negara Asing (WNA), termasuk Indonesia, kesulitan berkomunikasi dengan dunia luar.
Warga asing pun terpaksa mencari celah komunikasi dengan VPN demi tetap terhubung.
Hal itu diungkapkan Laini Misra, Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di Teheran, Iran.
"Internet internasional seperti komunikasi di luar Iran terputus,” kata dia, saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, pada Senin (9/3/2026) malam.
Menurut Laini, pemutusan jaringan internet internasional membuat warga Iran, termasuk WNI, kesulitan berkomunikasi. Satu-satunya cara adalah memanfaatkan VPN.
VPN (Virtual Private Network) merupakan layanan teknologi yang menciptakan koneksi internet terenkripsi dan aman antara perangkat dan server jarak jauh.
Teknologi ini menyembunyikan alamat IP asli, memungkinkan penjelajahan anonim, serta melindungi data pribadi dari penyadapan, terutama saat menggunakan Wi-Fi publik.
Namun, Laini menyebut penggunaan VPN di Iran harus dilakukan secara kucing-kucingan, dengan koneksi yang sangat tidak stabil.
“Dalam artian tidak bisa, kecuali untuk komunikasi nasional. Kita memang menggunakan VPN dan saat ini kebetulan bisa hidup, nanti beberapa jam otomatis terputus sendiri," ungkapnya.
Meski VPN memberi keuntungan berupa privasi lebih tinggi, keamanan di Wi-Fi publik, dan akses konten global, kelemahannya tetap terasa: koneksi melambat, biaya VPN premium, serta risiko privasi jika memakai VPN gratis yang tidak terpercaya.
Baca juga: Putin Tawarkan Gas Rusia Jika Jalur Minyak Selat Hormuz Terhenti Total Akibat Perang Iran
Harga Sembako Melonjak
Selain masalah komunikasi, Laini mengungkapkan harga kebutuhan pokok di Iran melonjak tajam.
"Untuk kebutuhan (sehari-hari) kita masih bisa mengakses. Di semua tempat, baik itu supermarket, toko-toko itu masih dibuka. Hanya saja harganya atau inflasinya yang sangat luar biasa," jelasnya.
Meski demikian, fasilitas vital lainnya dilaporkan masih berfungsi normal. Pasokan listrik, air bersih, hingga siaran televisi lokal tetap beroperasi tanpa hambatan.
Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan klinik bahkan diinstruksikan beroperasi 24 jam penuh untuk mengantisipasi jatuhnya korban.