Iran Vs Amerika Memanas
Komandan Angkatan Laut Iran Bersumpah Balas AS dan Israel Atas Tewasnya Awak Kapal IRIS Dena
Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Shahram Irani bersumpah membalas AS dan Israel atas tewasnya perwira Angkatan Laut Iran.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Shahram Irani bersumpah membalas Amerika Serikat (AS) dan Israel atas tewasnya perwira Angkatan Laut Iran di kapal perusak IRIS Dena.
Dilansir dari Press TV Senin (16/3/2026), Irani menyatakan tidak akan melupakan peristiwa itu dan mengancam akan menyerang dari tempat tak terduga.
"Kami tidak akan melupakan kejahatan musuh, dan kami akan membalas dendam atas darah para martir kami," kata Irani.
"Musuh harus tahu bahwa kami akan menghukumnya dengan serangan mematikan dari tempat yang paling tidak mereka duga," lanjutnya.
Irani mengatakan bangsa Iran berduka atas tragedi itu dan menekankan tekad militer Iran untuk membalas dendam atas darah para prajuritnya yang telah gugur.
Baca juga: Terus Diguyur Rudal Iran 2 Pekan Terakhir, Ratusan Warga Israel Bermalam di Subway dan Terowongan
Menurut pihak berwenang, rencananya upacara pemakaman untuk prajurit IRIS Dena akan digelar pada Selasa (17/3/2026) malam dan akan dimakamkan pada Rabu (18/3/2036).
Sebelumnya, kapal perusak IRIS Dena milik Angkatan Laut Iran diserang torpedo MK-48 yang diluncurkan dari kapal selam AS sekitar 40 mil laut dari pantai Galle, Sri Lanka, pada 4 Maret 2026.
Kapal itu diserang saat kembali dari latihan angkatan laut multinasional di India.
Dilaporkan sebanyak 104 awak kapal tercatat gugur dalam serangan tersebut.
Juga dilaporkan, sebanyak 87 jenazah di antaranya telah ditemukan dan 32 pelaut diselamatkan.
Baca juga: Bombardir Berbagai Lokasi di Iran, Israel Akui Berencana Perang Selama 3 Minggu Lagi
Menteri Perang AS Pete Hegseth mengonfimasi sebuah kapal selam AS telah menenggelamkan kapal perang Iran IRIS Dena di perairan internasional di lepas pantai Sri Lanka pada Rabu (4/3/2026).
Hegseth mengatakan serangan itu dilakukan menggunakan torpedo.
"Serangan pertama terhadap musuh menggunakan torpedo sejak Perang Dunia II," kata Hegseth saat menyampaikan briefing di Pentagon dikutip dari Aljazeera pada Rabu (4/3/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/INFOGRAFIS-AS-Israel-vs-Iran-Siapa-yang-Bertahan-Lama_20260307_003042.jpg)