Minggu, 3 Mei 2026

Idul Fitri 2026

Lebaran Tak Serentak, Ini Daftar Negara yang Rayakan Idul Fitri 21 Maret 2026

Lebaran 2026 tak serentak! Sejumlah negara seperti Indonesia tetapkan Idul Fitri 21 Maret karena hilal tak terlihat. Ini penyebabnya.

Tayang:
Editor: Nuryanti
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah negara merayakan Idul Fitri lebih awal pada 20 Maret, sementara lainnya seperti Indonesia dan Pakistan menetapkan 21 Maret 2026.
  • Perbedaan terjadi karena penggunaan rukyat (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan astronomi), terutama saat hilal sulit terlihat.
  • Banyak negara menetapkan Lebaran 21 Maret karena hilal tidak terlihat, sehingga Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari.

TRIBUNNEWS.COM - Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 menunjukkan perbedaan di sejumlah negara.

Sebagian negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Inggris, dan Australia dilaporkan telah merayakan Idul Fitri lebih awal pada Jumat, 20 Maret 2026, sementara negara lainnya menetapkan Lebaran jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Perbedaan ini dipengaruhi oleh metode penentuan awal bulan Syawal, yakni melalui rukyat hilal (pengamatan bulan) dan hisab (perhitungan astronomi).

Kedua metode tersebut kerap menghasilkan keputusan yang berbeda, terutama ketika posisi hilal sulit terlihat.

Daftar Negara Rayakan Lebaran 21 Maret 2026

Berdasarkan laporan yang dirangkum dari berbagai sumber, sejumlah negara memastikan Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 setelah hilal tidak terlihat pada pengamatan sebelumnya.

Berikut daftar negara yang merayakan Idul Fitri pada 21 Maret 2026 sebagaimana dikutip dari gulf news.

1. Pakistan

Pakistan menetapkan Idul Fitri pada 21 Maret 2026 setelah Komite Rukyat Hilal nasional melakukan pengamatan di berbagai wilayah dan menyatakan hilal tidak terlihat.

Karena tidak ada laporan valid kemunculan bulan sabit, pemerintah memutuskan untuk menggenapkan Ramadan menjadi 30 hari.

Sistem ini sudah lama digunakan Pakistan dan menjadi acuan resmi dalam menentukan hari besar Islam.

2. India

India mengandalkan pengamatan hilal di berbagai daerah melalui otoritas keagamaan setempat.

Pada tahun ini, hasil rukyat menunjukkan hilal tidak tampak di sebagian besar wilayah.

Karena itu, umat Muslim di India baru merayakan Idul Fitri sehari setelahnya, yakni 21 Maret 2026, mengikuti prinsip rukyat lokal.

3. Bangladesh

Menyusul yang lainnya, Pemerintah Bangladesh melalui komite nasional juga melakukan rukyat resmi.

Hasilnya, hilal tidak terlihat saat pengamatan dilakukan. Dengan kondisi tersebut, pemerintah menetapkan bahwa Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari dan Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026.

Baca juga: Israel Blokir Sholat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa, Kota Tua Yerusalem Sunyi Mencekam

4. Indonesia

Indonesia menggunakan metode gabungan antara rukyat (observasi langsung) dan hisab (perhitungan astronomi) melalui sidang isbat Kementerian Agama.

Jika secara perhitungan hilal sudah ada tetapi secara visual belum memenuhi kriteria (misalnya terlalu rendah atau tidak terlihat), maka keputusan diambil untuk menyempurnakan Ramadan.

Hal ini yang menyebabkan Idul Fitri ditetapkan pada 21 Maret 2026. Meski bergitu , Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Jumat, 20 Maret 2026.

5. Malaysia

Malaysia menerapkan sistem rukyat resmi yang dilakukan di titik-titik pengamatan tertentu.

Jika hilal tidak terlihat atau tidak memenuhi syarat ketinggian tertentu, maka bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.

Karena hasil pengamatan tidak menunjukkan hilal, Idul Fitri ditetapkan pada 21 Maret 2026.

6. Sri Lanka

Sementara itu Sri Lanka mengandalkan keputusan otoritas keagamaan berdasarkan rukyat lokal.

Pada tahun ini, hasil pengamatan menunjukkan hilal tidak terlihat.

Oleh karena itu, Idul Fitri dirayakan setelah Ramadan digenapkan, yaitu pada 21 Maret 2026.

7. Singapura

Singapura lebih mengutamakan perhitungan astronomi (hisab) dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Namun, negara ini juga mempertimbangkan keseragaman regional, terutama dengan negara tetangga seperti Indonesia dan Malaysia.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa awal Syawal jatuh pada 21 Maret 2026.

8. Filipina

Sama seperti yang lainnya Filipina juga menggunakan rukyat lokal melalui otoritas Muslim setempat.

Biasanya, keputusan yang diambil juga mempertimbangkan hasil di kawasan Asia Tenggara.

Karena hilal tidak terlihat, maka Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

9. Brunei Darussalam

Brunei cenderung mengikuti pendekatan yang sama dengan Malaysia dan Indonesia, yakni penentuan dilakukan melalui rukyat resmi pemerintah.

Ketika hilal tidak terlihat, maka Ramadan disempurnakan dan Idul Fitri ditetapkan pada 21 Maret 2026.

10. Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, komunitas Muslim tidak memiliki satu otoritas tunggal, sehingga penentuan Idul Fitri bisa berbeda antar organisasi.

Namun, mayoritas mengikuti perhitungan global (hisab) atau keputusan organisasi Islam besar. Untuk tahun ini, sebagian besar komunitas menetapkan Idul Fitri pada 21 Maret 2026.

(Tribunnews.com / Namira)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved