Konflik Palestina Vs Israel
Erdogan Kritik Netanyahu, Sebut Aksi Israel Ancam Perdamaian Global
Presiden Turki menilai kebijakan Israel di Gaza hingga Iran perparah konflik kawasan, seraya menegaskan komitmen Turki mendorong perdamaian.
Ringkasan Berita:
- Erdogan menilai tindakan Netanyahu dan Israel memperburuk konflik serta mengancam perdamaian global.
- Turki menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza, Lebanon, dan wilayah Palestina, termasuk pembatasan ibadah di Al-Aqsa.
- Turki mendorong diplomasi, termasuk membantu meredakan ketegangan Pakistan–Afghanistan saat Idulfitri.
TRIBUNNEWS.COM - Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus menjadi ancaman serius bagi perdamaian regional maupun global.
Dalam pidatonya pada Jumat (20/3/2026), Erdogan menyebut serangan yang berpusat di Iran pada 28 Februari sebagai dampak dari provokasi Netanyahu, yang dinilai semakin memperdalam ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.
Ia juga menyoroti berbagai konflik global, termasuk Perang Rusia-Ukraina, serta menuding Israel menghambat distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Erdogan menilai tindakan tersebut telah menyebabkan korban jiwa, kehancuran infrastruktur, dan memperburuk krisis kemanusiaan di Palestina, mengutip Anadolu Agency.
Selain itu, Erdogan mengkritik penutupan Masjid Al-Aqsa untuk ibadah serta percepatan pembangunan permukiman ilegal di wilayah pendudukan.
Baca juga: Perang Iran Hari ke-22: AS Pertimbangkan Kurangi Operasi, tapi Tolak Gencatan Senjata
Ia juga menyebut lebih dari 1.000 orang tewas di Lebanon akibat serangan Israel sejak awal Maret, dengan lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi.
Turki, lanjut Erdogan, akan terus mengerahkan segala upaya untuk memulihkan stabilitas melalui jalur dialog dan diplomasi.
Ia juga menyampaikan solidaritas kepada masyarakat yang merayakan Idulfitri dalam kondisi sulit, khususnya warga Gaza.
Di sisi lain, Erdogan mengungkapkan bahwa Turki turut berperan dalam mendorong jeda konflik antara Pakistan dan Afghanistan selama periode Idulfitri.
Dan berharap gencatan senjata tersebut dapat berlangsung permanen.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/presiden-turki-recep-tayyip-erdogan-6587.jpg)