Rabu, 15 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Vietnam Terancam Krisis Energi, BBM Langka dan Pariwisata Lesu

Vietnam mulai menghadapi krisis energi akibat blokade Iran terhadap Selat Hormuz, jalur pengiriman energi global. BBM langka dan pariwisata lesu.

Editor: Nuryanti
Facebook Viet Nam Gov Portal
POLISI KHUSUS VIETNAM - Foto upacara peringatan 50 tahun hari tradisi pasukan polisi khusus Vietnam pada 14 April 2024. - Vietnam mulai menghadapi krisis energi akibat blokade Iran terhadap Selat Hormuz, jalur pengiriman energi global. BBM langka dan pariwisata lesu. 

Ringkasan Berita:
  • Blokade Selat Hormuz oleh Iran memicu krisis energi yang berdampak besar pada Vietnam.
  • Kelangkaan bahan bakar mengganggu penerbangan, pariwisata, hingga perhotelan, meski Vietnam masih terbantu pasokan energi domestik.
  • Pemerintah merespons dengan stabilisasi harga, efisiensi energi, dan percepatan energi terbarukan.
  • Dampak serupa juga dirasakan negara Asia Tenggara lain seperti Filipina dan Thailand.
  • Krisis ini dipicu perang AS-Israel dengan Iran yang mengacaukan pasokan energi global.

TRIBUNNEWS.COM - Dampak blokade Selat Hormuz oleh Iran akibat perang dengan Amerika Serikat mulai terasa serius di Asia Tenggara, terutama bagi Vietnam.

Negara ini menghadapi tekanan ekonomi akibat kelangkaan energi, yang kini merembet ke sektor transportasi dan pariwisata.

Keterbatasan pasokan bahan bakar yang sebagian masih bergantung pada impor telah memaksa Vietnam Airlines membatalkan puluhan penerbangan domestik sejak April.

Gangguan jalur penerbangan internasional, terutama yang transit di Timur Tengah, turut memicu pembatalan massal wisatawan Eropa.

Dampaknya meluas ke sektor perhotelan dan jasa, dengan tingkat hunian hotel menurun tajam, khususnya di kawasan wisata seperti Hanoi.

Meski demikian, Vietnam masih memiliki tingkat ketahanan relatif berkat pasokan listrik domestik dari tenaga air dan gas alam, serta jaringan mitra energi seperti Rusia, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Namun, jika krisis berkepanjangan, stabilitas ekonomi negara ini tetap berada dalam risiko, menurut laporan Economic Time Vietnam.

Langkah-langkah Pemerintah Vietnam Hadapi Ancaman Krisis Energi

Menghadapi tekanan kenaikan harga minyak global, pemerintah Vietnam secara fleksibel menggunakan berbagai instrumen seperti Dana Stabilisasi Harga Bahan Bakar, penyesuaian pajak dan biaya, serta pengendalian siklus penyesuaian harga untuk membatasi "guncangan" terhadap pasar domestik.

Bersamaan dengan itu, pasokan dipastikan melalui koordinasi antara impor dan produksi kilang domestik.

Baca juga: Menlu AS Marco Rubio Klaim Perang Iran Akan Berakhir dalam Hitungan Minggu

Dari sisi permintaan, Vietnam mempromosikan solusi hemat energi dan meningkatkan efisiensi di sektor industri dan perumahan.

"Program-program yang mendorong penggunaan transportasi umum, pengembangan kendaraan listrik, dan promosi pengaturan kerja fleksibel secara bertahap diimplementasikan, terutama di kota-kota besar," menurut laporan media Vietnam, Daidoanket.

Di sektor manufaktur, banyak bisnis telah secara proaktif mengoptimalkan proses dan mengurangi konsumsi bahan bakar untuk menurunkan biaya input.

Dalam jangka panjang, periode volatilitas ini juga akan mendorong Vietnam untuk mempercepat transisi energinya, dengan fokus pada pengembangan sumber energi terbarukan seperti tenaga angin dan tenaga surya, sekaligus meningkatkan perencanaan tenaga listrik dan infrastruktur transmisi.

Hal ini tidak hanya akan membantu mengurangi ketergantungan pada energi impor tetapi juga meningkatkan ketahanan ekonomi terhadap guncangan eksternal.

Ancaman Krisis Ekonomi di Asia Tenggara

Selain Vietnam, kondisi di negara Asia Tenggara lainnya tak kalah mengkhawatirkan dalam menghadapi ancaman krisis energi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved