Rabu, 29 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Sebut Iran Setuju dengan Kesepakatan Damai, tapi Terus Tebar Ancaman

Presiden AS, Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah menyetujui kesepakatan damai. Akan tetapi, Trump terus menebar ancaman terhadap Iran.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Presiden AS, Donald Trump menyebut Iran telah menyetujui kesepakatan damai dengan Washington.
  • Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa operasi militer AS dan Israel selama satu bulan terakhir telah berhasil memicu "pergantian rezim" di Iran.
  • Menurut Trump, tewasnya sejumlah petinggi Teheran dalam peperangan ini telah mengubah peta politik di negara tersebut.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali melontarkan pernyataan yang mengejutkan di tengah konflik Timur Tengah.

Trump mengklaim bahwa operasi militer AS dan Israel selama satu bulan terakhir telah berhasil memicu "pergantian rezim" di Iran.

Ia pun optimistis kesepakatan damai dengan Teheran bakal segera tercapai dalam waktu dekat.

Menurut Trump, tewasnya sejumlah petinggi Teheran dalam peperangan ini telah mengubah peta politik di negara tersebut.

"Kita sudah berhasil melakukan pergantian rezim."

"Sekarang kita berhadapan dengan orang-orang yang berbeda, kelompok yang benar-benar baru," kata Trump, mengutip Al Arabiya.

Trump bahkan memuji kepemimpinan baru di Iran yang ia sebut jauh lebih "masuk akal" dibandingkan pendahulunya.

Saat disinggung apakah kesepakatan resmi akan diteken pada pekan ini, Trump memberikan sinyal positif.

"Saya melihat akan ada kesepakatan (dengan Iran)," tambahnya.

Meski nada bicara Trump mulai melunak, situasi di lapangan masih mencekam.

Di hari yang sama, Teheran dilaporkan mengalami pemadaman listrik massal setelah fasilitas pembangkit listrik mereka dihantam serangan udara.

Baca juga: Infrastruktur Energi Jadi Sasaran Serangan, Sejumlah Wilayah Iran Alami Pemadaman Listrik

Sejauh ini, Trump memang kerap menebar ancaman akan melumpuhkan total infrastruktur energi Iran jika mereka tidak mau duduk di meja perundingan.

Walaupun tenggat waktu serangan tersebut sempat diundur beberapa kali, tekanan militer Washington tampaknya menjadi senjata utama Trump untuk memaksa Iran bertekuk lutut.

Membuat Pasar Bertanya-tanya

Pernyataan Trump terkait konflik dengan Iran memicu spekulasi liar di kalangan investor.

Dampaknya, harga minyak mentah dunia meroket tajam, dengan jenis Brent kini bertengger di kisaran US$116 per barel.

Lonjakan harga minyak yang mencapai 60 persen dalam satu bulan terakhir ini dipicu oleh kekhawatiran akut akan terhentinya pasokan energi global akibat perang yang kian memanas.

Para pelaku pasar mengaku kesulitan membaca arah kebijakan Washington yang dinilai sering berubah-ubah.

Ketegangan ini tidak hanya terjadi di medan perang, tetapi juga di ruang digital.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan kritik pedas yang diduga kuat ditujukan kepada Trump.

Melalui unggahan di media sosial, Ghalibaf menggunakan istilah bursa saham untuk menyindir pengumuman AS.

"Kabar yang disebut 'berita' atau 'kebenaran' di sesi pra-pasar sering kali hanyalah settingan untuk ambil untung (profit-taking)," tulis Ghalibaf, mengutip Iran International.

Baca juga: Serangan Balasan Iran Picu Kepanikan di Parlemen Israel, Sidang Knesset Dihentikan

Sindiran ini mempertegas sikap skeptis Teheran terhadap niat diplomasi Amerika di tengah tekanan militer.

Konflik ini juga mulai berdampak pada kebijakan imigrasi di kawasan Teluk.

Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan mulai mengambil tindakan tegas dengan membatalkan visa residensi sejumlah warga negara Iran yang sedang berada di luar negeri.

Langkah ini membuat banyak ekspatriat Iran terdampar dan tidak bisa kembali ke rumah mereka di UEA.

Keputusan sepihak ini disinyalir sebagai buntut dari memburuknya hubungan bilateral kedua negara setelah serangan Iran ke wilayah Arab beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, otoritas UEA belum memberikan keterangan resmi terkait pencabutan visa massal tersebut.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved