Kamis, 7 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.504, Zelenskyy Ajukan Gencatan Energi ke Rusia

Melalui AS, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengajukan gencatan senjata energi ke Rusia guna menghentikan serangan terhadap fasilitas energi.

Tayang:
Website Presiden Ukraina
PRESIDEN UKRAINA ZELENSKYY - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Senin (9/2/2026), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat menganugerahkan status nasional kepada Universitas Negeri “Institut Penerbangan Kyiv” dan bertemu dengan para mahasiswa dan fakultasnya, Kamis (6/2/2026). Pada 6 April 2026, melalui AS, Zelenskyy mengajukan gencatan senjata energi ke Rusia guna menghentikan serangan terhadap fasilitas energi. 
Ringkasan Berita:
  • Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.504, Ukraina menawarkan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi jika Rusia melakukan hal serupa.
  • Zelenskyy menyampaikan usulan ini melalui AS, namun Rusia dinilai belum menunjukkan kesediaan gencatan senjata meski komunikasi masih berlangsung.
  • Serangan drone Ukraina yang menargetkan fasilitas minyak Rusia dan serangan Rusia di Odesa yang menewaskan warga sipil.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.504 pada Selasa (7/4/2026).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Kyiv siap menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia jika Moskow setuju untuk mengambil langkah-langkah timbal balik. 

Ukraina telah menyampaikan usulan tersebut kepada pihak Rusia melalui Amerika Serikat.

"Jika Rusia siap menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi kami, kami akan siap membalasnya. Usulan ini telah disampaikan kepada pihak Rusia melalui Amerika," kata Zelenskyy dalam pidatonya, Senin (6/4/2026).

Zelenskyy juga berterima kasih kepada mitra Ukraina, yang terus menekan Rusia dengan berbagai cara – memberlakukan sanksi, menghentikan kapal tanker, dan membatasi pasokan peralatan canggih ke Rusia.

Ia menekankan bahwa seluruh pendapatan minyak yang saat ini diperoleh Rusia akan dihabiskan untuk perang.

"Oleh karena itu, setiap pembatasan kemampuan Rusia untuk mengekspor minyak adalah langkah yang tepat," ujarnya.

Ia mengatakan Rusia, sebagai negara penghasil minyak, berupaya meningkatkan pendapatannya karena perang di Iran, tetapi drone dan rudal Ukraina membatasi kemampuannya untuk melakukan hal tersebut.

Sementara itu, Kremlin menyatakan meskipun proses negosiasi trilateral untuk menyelesaikan perang di Ukraina saat ini ditangguhkan, Rusia terus bertukar informasi dengan AS.

Pada malam tanggal 5-6 April, drone yang dioperasikan oleh Pusat Operasi Khusus Alpha (bagian dari Dinas Keamanan Ukraina), bekerja sama dengan pasukan pertahanan, menyerang terminal minyak Sheskharis di pelabuhan Novorossiysk di Krai Krasnodar, Rusia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menegaskan dalam pertemuan dengan Zelenskyy bahwa Turki bersedia menjadi tuan rumah putaran pembicaraan selanjutnya tentang mengakhiri perang Rusia-Ukraina, dan Zelenskyy mendukung usulan tersebut, lapor Pravda.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.503, Zelenskyy Kunjungi Suriah, Hidupkan Hubungan Diplomatik

Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina meletus pada 24 Februari 2022 saat Rusia melancarkan invasi besar-besaran.

Namun, konflik ini sebenarnya sudah lama berkembang akibat hubungan Ukraina yang semakin dekat dengan negara Barat seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang membuat Rusia merasa terancam.

Ketegangan semakin memanas sejak peristiwa Revolusi Maidan pada 2014 di Kyiv, yang mendorong Ukraina semakin condong ke Barat.

Sebagai respons, Rusia mencaplok wilayah Krimea dan konflik bersenjata pecah di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.

Puncaknya terjadi ketika Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi militer pada 2022.

Rusia menyebut langkah ini untuk melindungi warga berbahasa Rusia dan menahan perluasan NATO, tetapi tindakan tersebut menuai kecaman global. 

Negara-negara Barat kemudian menjatuhkan sanksi dan memberikan bantuan militer serta keuangan kepada Ukraina.

Hingga kini, perang masih berlangsung dan berdampak luas pada ekonomi serta stabilitas dunia.

Upaya perdamaian terus dilakukan, termasuk oleh Amerika Serikat, namun menghadapi hambatan, terutama karena perhatian global juga terbagi oleh konflik lain seperti ketegangan dengan Iran.

Di tengah perang Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung, berikut ini perkembangan yang dirangkum dari berbagai sumber:

  • Kremlin Bantah Mandeknya Perundingan dengan AS

Negosiasi trilateral mengenai penyelesaian masalah Ukraina saat ini ditangguhkan, tetapi Rusia terus bertukar informasi dengan Amerika Serikat, menurut sekretaris pers kepresidenan Rusia Dmitry Peskov.

"Mengenai proses negosiasi, ya, saat ini sedang ditangguhkan. Amerika memiliki banyak hal lain yang harus dilakukan, dan jelas apa saja itu. Sulit untuk bertemu dalam format trilateral saat ini karena hal tersebut," kata Peskov kepada wartawan pada hari Senin (6/4/2026).

"Pada saat yang sama, Ukraina terus melakukan pembicaraan dengan Amerika. Kami juga terus bertukar informasi dengan Amerika melalui saluran yang kami miliki," katanya.

Ia ditanya apakah kunjungan Utusan Khusus Presiden AS Steve Witkoff dan pengusaha Amerika sekaligus menantu Donald Trump, Jared Kushner, ke Kyiv dapat menghidupkan kembali proses negosiasi.

Peskov juga ditanya apakah Kremlin mengetahui persiapan untuk perjalanan semacam itu setelah Paskah.

"Kita tidak tahu pasti apakah kunjungan itu (jika) sedang direncanakan. Kami telah mendengar pernyataan dari perwakilan rezim Kyiv bahwa masalah seperti itu mungkin ada dalam agenda, saya merujuk pada kunjungan Whitkoff dan Kushner," kata Peskov, seperti diberitakan Interfax.

Presiden Ukraina telah memperbarui tawarannya kepada Rusia untuk gencatan senjata bersama terkait serangan terhadap infrastruktur energi.

“Jika Rusia siap untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi kami, kami akan membalasnya,” kata Zelenskyy, Senin. 

“Usulan ini telah disampaikan kepada pihak Rusia melalui Amerika," lanjutnya.

Zelenskyy pekan lalu menawarkan untuk mematuhi gencatan senjata untuk Paskah, yang dirayakan oleh penganut Ortodoks pada hari Minggu (13/4/2026) di Rusia dan Ukraina.

  • 3 Orang Tewas dalam Serangan Rusia di Laut Hitam

Dalam pernyataannya pada hari Senin, setelah serangan semalam di pelabuhan Odesa di Laut Hitam yang menewaskan tiga orang dan melukai setidaknya 16 orang, Zelenskyy mengatakan Rusia tampaknya tidak bersedia menyetujui gencatan senjata.

“Kami telah berulang kali mengusulkan kepada Rusia gencatan senjata setidaknya untuk Paskah,” katanya.

“Tetapi bagi mereka, semua waktu sama saja. Tidak ada yang sakral," lanjutnya.

Drone Ukraina menyerang terminal pengiriman minyak Caspian Pipeline Consortium di Rusia selatan pada Senin pagi.

Serangan itu merusak titik tambatan dan membakar empat tangki minyak, menurut laporan kementerian pertahanan Rusia.

Tentara Ukraina mengatakan telah menyerang terminal berbeda di pelabuhan Novorossiysk – tanpa menyebutkan CPC, yang tidak segera memberikan komentar.

Pipa CPC menangani sekitar 1 persen pasokan minyak dunia, serta sekitar 80 persen ekspor minyak Kazakhstan, dikutip dari The Guardian.

  • Tentara Australia Didakwa atas Keterlibatan sebagai Operator Drone Ukraina

Seorang anggota pasukan cadangan Angkatan Darat Australia telah didakwa setelah diduga bekerja sebagai operator drone untuk Ukraina. Pria berusia 25 tahun dari Felixstow, di kota Adelaide, Australia Selatan.

Ia didakwa oleh Kepolisian Federal Australia karena bekerja untuk militer asing tanpa izin, lapor kantor berita AAP.

Ini adalah pertama kalinya seseorang didakwa dengan pelanggaran tersebut, dan pria itu menghadapi hukuman hingga dua dekade penjara jika terbukti bersalah.

Hukum Australia membatasi pekerjaan yang dapat dilakukan personel pertahanan dengan militer, pemerintah, atau perusahaan asing tanpa izin.

Pria itu diduga melakukan perjalanan ke Ukraina pada Mei 2025 dan kembali ke Australia pada Januari 2026.

  • Moskow Evakuasi Kapal Gandum Rusia yang Tenggelam di Laut Azov

Sebuah kapal Rusia yang membawa gandum yang diyakini tenggelam di Laut Azov setelah serangan pesawat tak berawak telah ditemukan dan ditarik ke darat, menurut laporan kantor berita negara Rusia, Tass, pada hari Senin.

Jumlah korban tewas telah meningkat menjadi tiga orang, tambahnya.

Awak kapal meninggalkan kapal pada Jumat lalu dan berhasil mencapai darat pada hari Senin, menurut laporan Rusia.

  • Rusia Memenjarakan Mantan Gubernur Kursk

Rusia pada hari Senin memenjarakan mantan gubernur wilayah perbatasan Kursk, tempat tentara Ukraina menerobos pada tahun 2024.

Ia dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun atas tuduhan suap untuk kontrak pemerintah terkait pembangunan benteng.

Sejak Agustus 2024, Kremlin telah mengejar para pejabat tinggi regional dan militer karena gagal menghentikan serangan tersebut – sebuah aib besar bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Alexei Smirnov, mantan gubernur Kursk, dijatuhi hukuman 14 tahun penjara dan denda 400 juta rubel," menurut pernyataan pengadilan.

Mantan gubernur Kursk lainnya, Roman Starovoyt, yang memimpin wilayah tersebut hingga sesaat sebelum terobosan Ukraina, meninggal tahun lalu karena dugaan bunuh diri.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved