Senin, 20 April 2026

Gempa di Jepang

Jepang Keluarkan Peringatan Gempa Besar dalam Beberapa Hari Mendatang

Jepang mengeluarkan peringatan khusus akan potensi terjadinya gempa besar hingga magnitudo 8,0 atau lebih kuat lagi.

|
Editor: Hasanudin Aco
Foto tangkapan layar
Peringatan tsunami akibat gempa di Jepang sore tadi. 

Ringkasan Berita:
  • Jepang mengeluarkan peringatan khusus akan potensi terjadinya gempa besar hingga magnitudo 8,0 atau lebih kuat lagi dalam beberapa hari mendatang.
  • Jepang adalah salah satu negara yang paling aktif secara seismik di dunia, terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat "Cincin Api" Pasifik.

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Hari ini, Senin (20/4/2026), Jepang mengeluarkan peringatan khusus akan potensi terjadinya gempa besar hingga magnitudo 8,0 atau lebih kuat lagi.

Peringatan itu muncul setelah sore tadi Jepang dilanda gempa magnitudo 7,7 dan memicu tsunami kecil di pesisir pantai.

Badan Meteorologi Jepang menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "kemungkinan terjadinya gempa bumi besar baru relatif lebih tinggi daripada pada masa normal".

Menurut Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepan, pemerintah kota di wilayah yang terdampak mengeluarkan arahan evakuasi tidak wajib kepada lebih dari 182.000 penduduk.

Peringatan untuk wilayah utara itu dikeluarkan beberapa jam setelah gempa bumi berkekuatan magnitude 7,7 mengguncang Jepang sore tadi.

Gempa yang awalnya diperkirakan berkekuatan magnitudo 7,4 sebelum direvisi menjadi 7,5 dan kemudian menjadi 7,7 i pada pukul 16.53 (14.53 sore tadi waktu Jakarta) di perairan Pasifik di lepas pantai utara prefektur Iwate.

Tidak ada laporan langsung mengenai cedera serius atau kerusakan signifikan akibat gempa tadi, kata Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara dalam konferensi pers.

Rekaman dari stasiun televisi nasional NHK menunjukkan tidak ada kerusakan yang terlihat jelas di sekitar beberapa pelabuhan di Iwate, salah satu wilayah terdampak gempa.

Namun para pejabat menegaskan kembali bahwa gempa susulan dapat melanda daerah tersebut dalam dua hingga tiga hari ke depan, yang berpotensi "menyebabkan guncangan yang lebih kuat".

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa tidak ada anomali yang teramati di fasilitas nuklir Jepang.

Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pemerintah telah membentuk gugus tugas darurat dan pemerintah sedang berupaya untuk memastikan apakah ada korban jiwa atau kerusakan properti yang serius.

“Bagi Anda yang tinggal di daerah yang telah dikeluarkan peringatannya, mohon evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan aman,” kata Ibu Takaichi kepada wartawan di kantornya di Tokyo.

Jepang adalah salah satu negara yang paling aktif secara seismik di dunia, terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat "Cincin Api" Pasifik.

Negara berpenduduk 125 juta orang ini  biasanya mengalami sekitar 1.500 guncangan gempa setiap tahun dan menyumbang sekitar 18 persen dari gempa bumi di dunia.

Sebagian besar gempa bumi bersifat ringan, meskipun kerusakan yang ditimbulkannya bervariasi tergantung pada lokasi dan kedalaman di bawah permukaan bumi tempat gempa tersebut menghantam.

Jepang dihantui oleh kenangan gempa bawah laut dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter pada tahun 2011, yang memicu tsunami yang menewaskan atau menyebabkan sekitar 18.500 orang hilang dan mengakibatkan bencana kebocoran reaktor nuklir di pembangkit Fukushima.

Sumber: AFP

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved