Media Israel: Tentara Israel Jarah Rumah Warga di Lebanon Selatan
Laporan media Israel mengungkap dugaan penjarahan sistematis oleh tentara di Lebanon selatan, dengan komandan disebut mengetahui
Ringkasan Berita:
- Haaretz melaporkan dugaan penjarahan oleh tentara Israel di Lebanon selatan.
- Tentara menyebut praktik ini sebagai “fenomena yang gila” dan terjadi secara terbuka.
- Komandan diduga mengetahui, namun tidak mengambil tindakan disiplin tegas.
TRIBUNNEWS.COM - Harian Israel, Haaretz, melaporkan pada Kamis bahwa tentara Israel diduga menjarah harta benda warga sipil dari rumah dan toko di Lebanon selatan.
Di mana dengan sepengetahuan para komandan mereka.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa praktik penjarahan melibatkan pasukan reguler maupun cadangan.
“Pencurian sepeda motor, televisi, lukisan, sofa, dan karpet telah menjadi fenomena yang meluas dan berulang,” tulis Haaretz.
Sejumlah kesaksian tentara menguatkan dugaan tersebut.
Seorang prajurit bahkan menyebut situasi ini sebagai “fenomena yang gila.”
“Siapa pun yang mengambil sesuatu seperti TV, rokok, peralatan, atau apa pun, langsung memasukkannya ke dalam mobil atau menyembunyikannya. Itu bukan rahasia. Semua orang melihat dan mengerti,” ujarnya.
Prajurit lain menambahkan bahwa para komandan mengetahui praktik tersebut. “
Baca juga: Warga Lebanon Tolak Patung Yesus Kristus dari Israel, Pilih Bangun Ulang dengan Bantuan UNIFIL
Komandan batalion dan brigade tahu segalanya dan mereka tidak mengeluh atau marah,” katanya, mengutip Al Mayadeen, Jumat (24/4/2026).
Meski ada insiden di mana komandan memarahi prajurit yang membawa barang curian, laporan menyebut tidak ada penyelidikan lanjutan atau tindakan disiplin yang serius.
Para tentara juga menyoroti lemahnya pengawasan sebagai penyebab utama.
"Jika tidak ada hukuman, pesannya jelas. Jika mereka mengusir atau memenjarakan seseorang atau mengerahkan polisi militer di perbatasan, hal itu akan segera berhenti,” kata salah seorang prajurit.
Pihak militer Israel mengklaim telah mengambil langkah disiplin dan melakukan inspeksi melalui polisi militer.
Namun, laporan menyebut sejumlah pos pemeriksaan untuk mencegah penjarahan justru telah dihapus atau tidak pernah didirikan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/arga-Lebanon-kembali-ke-rumah-mereka-setelah-gencatan-senjata.jpg)