Jumat, 8 Mei 2026

Wabah Hantavirus

WHO Rilis Fact Sheet dan Panduan Resmi Penanganan Hantavirus HCPS dan HFRS

Setiap jenis hantavirus biasanya berasosiasi dengan spesies hewan pengerat tertentu yang menjadi inang utamanya

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
Pexels
HANTAVIRUS - Foto ilustrasi tikus yang diambil dari situs bebas royalti Pexels. WHO merilis fact sheet atau panduan resmi terbaru tentang hantavirus pada Rabu waktu setempat (6/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Merespons kekhawatiran global terkait wabah di kapal pesiar MV Hondius, WHO merilis lembar fakta (fact sheet) terbaru mengenai Hantavirus pada Rabu (6/5/2026)
  • Virus bawaan tikus ini memicu dua kondisi utama, yakni HCPS yang menyerang pernapasan/jantung dan HFRS yang menyerang ginjal
  • Penularan utama terjadi lewat paparan urine, kotoran, atau air liur tikus. Gejalanya muncul 1-8 minggu kemudian, diawali dengan demam yang dapat berkembang cepat menjadi sesak napas, perdarahan, atau gagal ginjal

 

TRIBUNNEWS.COM - Kekhawatiran masyarakat dunia akan mewabahnya penyakit hantavirus yang melanda kapal pesiar MV Hondius ikut menjadi perhatian bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sikap tersebut dapat dilihat dari langkah WHO yang merilis fact sheet atau panduan resmi terbaru tentang hantavirus pada Rabu waktu setempat (6/5/2026).

Panduan ini memberikan informasi lengkap mengenai fakta kunci, penularan, gejala, diagnosis, pengobatan, serta langkah pencegahan dan pengendalian virus yang dibawa oleh tikus ini.

Hantavirus merupakan kelompok virus zoonotik yang secara alami menginfeksi hewan pengerat seperti tikus dan sesekali menular ke manusia.

Infeksi pada manusia dapat menyebabkan penyakit parah hingga fatal, meskipun tingkat keparahannya berbeda tergantung pada wilayah geografis dan jenis virus.

Klasifikasi Hantavirus

PASIEN HANTAVIRUS DIEVAKUASI - Tiga pasien suspek dari kapal MV Hondius dievakuasi pada Rabu pagi waktu setempat (6/5/2026) menuju Belanda.
PASIEN HANTAVIRUS DIEVAKUASI - Tiga pasien suspek dari kapal MV Hondius dievakuasi pada Rabu pagi waktu setempat (6/5/2026) menuju Belanda. (Akun X resmi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesu)

Hantavirus termasuk dalam keluarga Hantaviridae, di dalam ordo Bunyavirales.

Setiap jenis hantavirus biasanya berasosiasi dengan spesies hewan pengerat tertentu yang menjadi inang (reservoir) utamanya, di mana virus tersebut menyebabkan infeksi jangka panjang tanpa menimbulkan penyakit yang tampak pada hewan tersebut.

Meskipun banyak spesies hantavirus telah diidentifikasi di seluruh dunia, hanya sejumlah kecil yang diketahui dapat menyebabkan penyakit pada manusia

Menurut WHO, di kawasan Amerika, hantavirus dapat menyebabkan Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS), yakni penyakit pernapasan dan jantung yang parah dengan tingkat kematian mencapai 50 persen.

Virus Andes adalah bagian dari keluarga ini dan diketahui dapat menular antarmanusia secara terbatas melalui kontak dekat dan berkepanjangan, terutama di Argentina dan Cile. 

Baca juga: Dua Pasien Suspek Hantavirus Klaster MV Hondius Dikarantina di Singapura

Hantavirus jenis Andes inilah yang diketahui tengah mewabah di kapal pesiar MV Hondius yang sempat melakukan perjalanan ke Argentina.

Sementara itu, di Eropa dan Asia (termasuk Indonesia), virus ini lebih sering menyebabkan Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang terutama menyerang ginjal dan pembuluh darah, dengan tingkat kematian berkisar antara 1-15 persen.

Tiap tahunnya di seluruh dunia diperkirakan terjadi 10.000 hingga lebih dari 100.000 infeksi hantavirus, dengan beban terbesar berada di Asia dan Eropa. 

Penularan antarmanusia belum pernah didokumentasikan di belahan dunia ini.

Di Amerika, meski kasusnya lebih jarang, tingkat kematiannya yang tinggi menjadikannya perhatian serius bagi kesehatan masyarakat.

Cara Penularan dan Gejala

Penularan utama hantavirus terjadi melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Risiko paparan akan meningkat pada aktivitas seperti membersihkan ruangan tertutup, bertani, atau tidur di tempat yang banyak tikusnya.

Penularan antarmanusia sangat jarang terjadi dan sejauh ini hanya didokumentasikan secara terbatas pada virus Andes di Amerika Selatan melalui kontak dekat dan berkepanjangan.

Gejala biasanya muncul 1-8 minggu setelah paparan awal, dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan gangguan pencernaan.

Pada kasus HCPS, kondisi dapat berkembang cepat menjadi sesak napas dan syok.

Sedangkan pada HFRS, infeksi dapat menyebabkan tekanan darah rendah, perdarahan, dan gagal ginjal.

Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan

Diagnosis dini terbilang sulit karena gejalanya mirip dengan penyakit lain seperti flu, COVID-19, atau demam berdarah.

Konfirmasi laboratorium dilakukan melalui tes serologi (IgM/IgG) dan RT-PCR.

Hingga saat ini, tidak ada pengobatan antiviral atau vaksin khusus yang tersedia untuk hantavirus.

Penanganan bersifat suportif dengan pemantauan ketat di rumah sakit, terutama perawatan intensif untuk mengatasi komplikasi pernapasan, jantung, dan ginjal.

Baca juga: WHO Tegas: Hantavirus di Kapal Pesiar Tak Akan Jadi Pandemi Mengerikan seperti Covid-19

WHO menekankan bahwa pencegahan sangat bergantung pada upaya mengurangi kontak dengan tikus, melalui langkah-langkah berikut:

  • Menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja secara rutin.
  • Menutup rapat celah atau lubang yang bisa menjadi jalur masuk tikus.
  • Menyimpan persediaan makanan di tempat yang aman dan tertutup.
  • Membersihkan area yang tercemar dengan cara basah (menggunakan pel atau disinfektan cair), bukan dengan sapu kering atau vacuum cleaner agar partikel virus tidak terbang ke udara.
  • Meningkatkan kebersihan diri, terutama mencuci tangan.

WHO terus mendukung negara-negara di dunia dalam memperkuat pengawasan, kapasitas laboratorium, komunikasi risiko, dan respons kejadian luar biasa (outbreak) dengan pendekatan One Health, yang menghubungkan kesehatan manusia, reservoir hewan, dan lingkungan.

Panduan lengkap WHO mengenai Hantavirus dapat diakses langsung melalui: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hantavirus

PASIEN HANTAVIRUS DIEVAKUASI - Tiga pasien suspek dari kapal MV Hondius dievakuasi pada Rabu pagi waktu setempat (6/5/2026) menuju Belanda.
PASIEN HANTAVIRUS DIEVAKUASI - Tiga pasien suspek dari kapal MV Hondius dievakuasi pada Rabu pagi waktu setempat (6/5/2026) menuju Belanda. (Akun X resmi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesu)

(Tribunnews.com/Bobby)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved