Wabah Hantavirus
Belum Ada Gejala, Australia Karantina 42 Hari Penumpang Kapal MV Hondius yang Terdampak Hantavirus
Belum ada gejala, Australia pulangkan penumpang kapal MV Hondius yang terdampak wabah hantavirus dan siapkan karantina ketat 42 hari di Perth.
Ringkasan Berita:
- Australia menyiapkan karantina ketat bagi penumpang MV Hondius yang terdampak wabah hantavirus.
- Enam warga Australia dan Selandia Baru dipulangkan lewat Belanda sebelum diterbangkan ke Perth.
- Meski belum menunjukkan gejala, mereka wajib menjalani isolasi 42 hari karena risiko penularan virus yang memiliki masa inkubasi panjang.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Australia menerapkan karantina ketat selama 42 hari terhadap penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terdampak wabah hantavirus mematikan.
Reuters melaporkan enam penumpang yang terdiri dari empat warga Australia, satu penduduk tetap Australia, dan satu warga Selandia Baru telah dievakuasi dari kapal tersebut di Tenerife, Spanyol.
Mereka kemudian diterbangkan ke Belanda sebelum dijadwalkan kembali ke Australia akhir pekan ini.
Menteri Kesehatan Australia Mark Butler mengatakan operasi pemulangan tersebut berlangsung rumit dan membutuhkan pengaturan khusus.
“Ini adalah kesepakatan yang sulit untuk dibuat,” kata Butler kepada ABC News pada Selasa (12/5/2026).
Menurut Butler, pemerintah harus mencari awak kabin yang bersedia ikut menjalani isolasi setelah penerbangan selesai.
Selain itu, Australia juga perlu menyiapkan pesawat charter dengan pengaturan pengisian bahan bakar khusus untuk rute Belanda-Australia.
Transit di Belanda
Baca juga: Dokter Salah Kira Gejala Hantavirus sebagai Kecemasan, Penumpang Kapal MV Hondius Kini Kritis
Enam penumpang tersebut mendarat di Belanda pada Selasa pagi waktu Australia.
Mereka disambut dari jarak aman oleh Duta Besar Australia Greg Fench sebelum dipindahkan ke hotel karantina sementara.
Butler mengatakan para penumpang hanya diizinkan berada di Belanda maksimal 48 jam sebelum melanjutkan penerbangan ke Australia.
“Mereka kemungkinan memulai penerbangan kembali ke Australia dalam 24 hingga 48 jam ke depan,” ujarnya.
Pemerintah Australia memperkirakan pesawat akan mendarat di Pangkalan RAAF Pearce di Perth.
Petugas medis akan berada di dalam pesawat selama perjalanan menuju Australia.
Karantina 42 Hari di Bullsbrook
Setelah tiba di Perth, para penumpang akan langsung dibawa ke Pusat Ketahanan Nasional Bullsbrook.
Mereka diwajibkan menjalani tiga minggu pertama dari total masa karantina 42 hari di fasilitas tersebut.
Awak pesawat yang membawa mereka juga akan ikut dikarantina di Bullsbrook.
Baca juga: 5 Populer Internasional: 13 Negara Terdampak Hantavirus dari Kapal Pesiar - F-35 AS Kirim Sinyal SOS
Mark Butler mengatakan langkah Australia kemungkinan menjadi respons karantina paling ketat dibanding negara lain yang memulangkan penumpang MV Hondius.
Menurutnya, sebagian besar negara hanya menerapkan karantina terpusat selama dua atau tiga hari sebelum penumpang diizinkan isolasi mandiri di rumah.
“Kami memutuskan menggunakan langkah yang lebih kuat dari itu,” kata Butler.
Ia mengatakan Australia memiliki fasilitas khusus dan tenaga medis berpengalaman untuk menangani potensi kasus penyakit menular.
Belum Ada Penumpang Bergejala
Hingga Senin malam, tidak ada penumpang asal Australia maupun Selandia Baru yang menunjukkan gejala hantavirus.
WHO sebelumnya merekomendasikan masa karantina 42 hari karena hantavirus memiliki masa inkubasi yang panjang.
Virus tersebut dapat menyebabkan gejala mirip flu, gagal pernapasan, hingga kematian dalam beberapa kasus.
Meski demikian, pejabat kesehatan internasional menyebut risiko penularan ke masyarakat umum masih rendah karena virus tidak mudah menyebar antar manusia.
Tiga Orang Meninggal
Reuters melaporkan wabah hantavirus di MV Hondius sejauh ini telah menewaskan tiga orang.
Baca juga: Jalur Perjalanan WNA Sebelum Kontak Erat dengan Korban Hantavirus, Dari Argentina hingga ke Jakarta
Korban meninggal terdiri dari pasangan asal Belanda dan seorang warga negara Jerman.
WHO menyatakan saat ini terdapat tujuh kasus hantavirus Andes yang telah terkonfirmasi.
Selain itu, terdapat dua kasus lain yang masih diduga terkait wabah tersebut.
Seorang penumpang asal Prancis dilaporkan dalam kondisi memburuk setelah dinyatakan positif usai dievakuasi dari kapal.
Sementara itu, seorang warga Amerika Serikat juga disebut menunjukkan hasil positif ringan terhadap strain Andes hantavirus.
Namun, otoritas kesehatan Spanyol mengatakan hasil pemeriksaan lanjutan terhadap sampel lain masih belum meyakinkan.
WHO: Situasi Masih Terkendali
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan keputusan mengevakuasi penumpang dilakukan demi menjaga keselamatan publik sekaligus kondisi mental para penumpang.
Menurut Tedros, beberapa penumpang mengalami tekanan mental setelah berhari-hari terisolasi di kapal.
“Ada penumpang yang mengalami gangguan mental. Sangat sulit tinggal berminggu-minggu di ruang kecil,” kata Tedros.
Ia menegaskan wabah ini tidak diperkirakan berkembang menjadi pandemi baru seperti Covid-19.
Baca juga: Berapa Lama Karantina Hantavirus Harus Dilakukan? Ini Penjelasannya
Pejabat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa Gianfranco Spiteri juga memastikan situasi masih berada dalam kendali.
“Kami mengenal virus ini dan bisa mencegah penularan lebih lanjut,” ujarnya.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.