Rabu, 13 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Ultimatum AS-Israel, Ancam Perkaya Uranium 90 Persen jika Teheran Diserang Lagi

Iran ancam perkaya uranium hingga 90 persen jika AS-Israel menyerang lagi. Dunia khawatir konflik Timur Tengah picu krisis global baru.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Iran mengancam akan memperkaya uranium hingga 90 persen jika kembali diserang Amerika Serikat dan Israel, sebagai respons atas tekanan militer.
  • Pengayaan uranium 90 persen menjadi sorotan dunia karena level tersebut sangat dekat dengan standar bahan baku senjata nuklir.
  • Jika Iran benar-benar merealisasikan ancamannya, konflik Timur Tengah dikhawatirkan makin memanas, memicu perlombaan senjata, lonjakan harga minyak dunia, hingga mengguncang stabilitas ekonomi global.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran mengancam akan meningkatkan pengayaan uranium hingga 90 persen apabila Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali melancarkan serangan baru terhadap wilayahnya.

Peringatan tersebut disampaikan oleh juru bicara Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, melalui media sosial X,Selasa (12/5/2026).

“Kami akan meninjaunya di parlemen,” kata Rezaei dalam unggahannya.

Adapun ancaman untuk meningkatkan pengayaan uranium hingga 90 persen dipicu oleh memanasnya konflik antara Iran dan AS dalam beberapa bulan terakhir.

Teheran menilai tekanan militer, sanksi ekonomi, serta ancaman serangan lanjutan dari Washington dan Tel Aviv telah mendorong Iran mengambil sikap yang lebih keras terkait program nuklirnya.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang dan memperpanjang gencatan senjata tanpa kepastian solusi permanen.

Trump bahkan menyebut proposal Teheran sebagai usulan yang “tidak dapat diterima”, sehingga memperburuk hubungan diplomatik kedua negara.

Bagi Iran, ancaman tersebut dipandang sebagai bentuk tekanan balik terhadap Washington dan Tel Aviv. 

Oleh karenanya Teheran ingin menunjukkan bahwa setiap serangan baru dapat memicu langkah yang lebih serius dalam program nuklirnya.

Pengayaan Uranium 90 Persen Jadi Sorotan Dunia

Namun, ancaman Iran untuk meningkatkan pengayaan uranium hingga 90 persen memicu perhatian serius dunia internasional. Pasalnya, level tersebut dinilai sangat dekat dengan standar bahan baku yang dapat digunakan untuk pengembangan senjata nuklir.

Berdasarkan laporan International Atomic Energy Agency (IAEA), Iran saat ini diketahui memiliki sekitar 400 hingga 440 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga level 60 persen.

Baca juga: UEA Habis Kesabaran, Serang Balik Iran: Bom Kilang Minyak Teheran di Pulau Lavan

pemerintah Iran mengklaim program nuklir mereka bertujuan damai, termasuk untuk kebutuhan energi, penelitian, dan pengembangan teknologi sipil.

Meski begitu, Amerika Serikat dan Israel terus melontarkan kecaman, karena kadar uranium Iran dianggap masih tinggi dan berpotensi mempercepat kemampuan Teheran dalam mengembangkan senjata nuklir.

Jika nantinya Iran benar-benar meningkatkan pengayaan uranium hingga 90 persen, situasi itu juga dikhawatirkan memicu perlombaan senjata di kawasan Timur Tengah yang selama ini sudah berada dalam kondisi geopolitik yang tidak stabil.

Terlebih AS dan Israel selama ini secara terbuka menyatakan tidak akan membiarkan Iran mencapai kemampuan nuklir militer. Karena itu, peningkatan pengayaan uranium dapat memicu serangan baru terhadap fasilitas nuklir Iran.

Dampak Besar jika Iran Benar-Benar Perkaya Uranium

Selain ancaman perang, sejumlah negara Timur Tengah dikhawatirkan akan memperkuat sistem pertahanan dan program militernya apabila Iran dianggap semakin dekat memiliki kemampuan senjata nuklir.

Pengamat juga menilai ketegangan ini dapat berdampak besar terhadap ekonomi global, terutama sektor energi dunia. 

Konflik Iran dengan AS dan Israel berkaitan erat dengan keamanan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan utama distribusi minyak dunia.

Jika situasi memburuk dan jalur tersebut kembali terganggu, harga minyak global berpotensi melonjak tajam dan mempengaruhi stabilitas ekonomi internasional. 

Kondisi itu dapat berdampak pada kenaikan harga bahan bakar, terganggunya rantai pasok energi, hingga tekanan terhadap pasar keuangan dunia.

Di sisi lain, ancaman pengayaan uranium 90 persen juga dapat memperburuk hubungan diplomatik Iran dengan negara-negara Barat. 

Amerika Serikat dan sekutunya diperkirakan akan meningkatkan tekanan politik, sanksi ekonomi, hingga isolasi internasional terhadap Teheran apabila langkah tersebut benar-benar dilakukan.

Meski demikian, para analis menilai ancaman Iran juga merupakan bagian dari strategi politik untuk meningkatkan posisi tawar dalam negosiasi internasional. 

Dengan menunjukkan kemampuan nuklir yang semakin maju, Teheran ingin memberi sinyal bahwa tekanan militer dan sanksi ekonomi tidak akan membuat mereka mundur.

Namun hingga kini, situasi masih sangat rentan. Jika ketegangan terus meningkat tanpa solusi diplomatik yang jelas, dunia internasional khawatir konflik di Timur Tengah dapat berkembang menjadi krisis global yang lebih luas.

(Tribunnews.com / Namira)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved