Polisi Jepang Tangkap Mahasiswi Indonesia, Diduga Buang Jenazah Bayi yang Dilahirkannya Sendiri
Mahasiswi asal Indonesia di Jepang ditangkap polisi Tochigi setelah diduga membuang jenazah bayi yang dilahirkannya sendiri
Ringkasan Berita:
- Polisi di Prefektur Tochigi, Jepang, menangkap mahasiswi asal Indonesia berinisial DNF (22) terkait dugaan pembuangan jenazah bayi yang dilahirkannya sendiri
- Jenazah bayi ditemukan terbungkus sprei di tempat tinggal pekerja pertanian di Kota Haga setelah adanya laporan dari kenalan korban
- Polisi masih menyelidiki kronologi lengkap dan latar belakang kasus tersebut
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG — Polisi Jepang menangkap seorang mahasiswi berkewarganegaraan Indonesia setelah diduga membuang jenazah bayi yang dilahirkannya sendiri di Prefektur Tochigi, Jepang.
Perempuan tersebut diketahui berinisial DNF (22), seorang mahasiswa asal Indonesia yang berada di Jepang melalui program pelatihan pertanian.
Menurut pihak kepolisian Jepang, DNF diduga membungkus jenazah bayinya menggunakan kain sprei, lalu meninggalkannya di rumah tempat tinggal yang disediakan pihak penyalur kerja di Kota Haga, Prefektur Tochigi, pada malam 16 Mei 2026.
Kasus ini terungkap setelah DNF mengaku kepada salah seorang kenalannya bahwa dirinya sedang hamil dan mengalami keguguran.
Menerima informasi tersebut, perwakilan lembaga pendukung warga asing di Jepang kemudian mendatangi lokasi tempat tinggal DNF.
Baca juga: Kronologi Lengkap Kasus Penyekapan dan Rudapaksa Mahasiswi Asal Nunukan di Makassar, Pelaku Ditembak
Di lokasi itu, ditemukan jenazah bayi dalam kondisi terbungkus sprei di dekat yang bersangkutan.
Polisi Jepang selanjutnya melakukan penyelidikan dan menangkap DNF dengan dugaan tindak pidana pembuangan jenazah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunnews.com dari sumber kepolisian, DNF datang ke Jepang melalui program pelatihan pertanian dari sebuah universitas di Indonesia dan bekerja di sektor pertanian di Jepang.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki secara rinci kronologi kejadian serta kondisi yang melatarbelakangi kasus tersebut.
Diskusi mengenai beasiswa dan lowongan kerja di Jepang juga dilakukan komunitas Pecinta Jepang.
Masyarakat yang ingin bergabung dapat mengirimkan nama, alamat, dan nomor WhatsApp ke email: tkyjepang@gmail.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DNF111111.jpg)