Senin, 25 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Profil Oreshnik, Rudal Hipersonik Rusia yang Diduga Gempur Kyiv Minggu Ini

Saat memasuki fase terminal, rudal Oreshnik mampu melaju antara Mach 10 hingga Mach 11, atau setara dengan 12.300 hingga 13.475 km/jam.

Tayang:
Penulis: Bobby W

Ringkasan Berita:
  • Rusia kembali meluncurkan rudal balistik hipersonik Oreshnik ke Kyiv pada Minggu (24/5/2026), yang mengakibatkan setidaknya dua orang tewas
  • Oreshnik mampu melesat dengan kecepatan hingga Mach 10-11 (12.300–13.475 km/jam) dilengkapi dengan 36 sub-munisi (MIRV) yang mampu menembus bunker serta memiliki daya hancur setara serangan nuklir.
  • Moskow menegaskan serangan ini merupakan balasan atas serangan drone Ukraina terhadap asrama di Starobilsk yang menewaskan 21 orang

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengumumkan bahwa Rusia kembali menggunakan rudal balistik hipersonik Oreshnik dalam rangkaian serangan massal drone dan rudal yang menghantam Kyiv pada Minggu dini hari ini (24/5/2026).

Serangan tersebut juga menandai momen kali ketiga bagi penggunaan rudal tersebut dalam konflik yang telah berjalan selama empat tahun ini.

Melansir dari Reuters, pemerintah Ukraina sendiri mengklaim serangan rudal tersebut mengakibatkan sedikitnya dua orang tewas.

Gelombang serangan udara yang masif ini tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga merusak berbagai fasilitas sipil di ibu kota Ukraina, termasuk area di dekat kantor pemerintahan, gedung apartemen, sekolah, hingga pasar tradisional.

Rudal Oreshnik sendiri dilaporkan menghantam wilayah Bila Tserkva di kawasan Kyiv.

Mengenal Rudal Hipersonik Oreshnik

Penggunaan Oreshnik dalam serangan dini hari ini menjadi sorotan mengingat rudal tersebut termasuk salah satu teknologi terbaru yang diperkenalkan Rusia dalam konflik melawan Ukraina selama 4 tahun terakhir.

Oreshnik, yang dalam bahasa Rusia berarti pohon kemiri, merupakan rudal balistik jarak menengah (IRBM) yang dirancang untuk membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir.

Rudal Oreshnik sendiri pertama kali digunakan dalam serangan di Dnipro pada November 2024 lalu.

Adapun serangan di Kyiv pada Minggu dini hari ini adalah pemakaian Oreshnik untuk ketigakalinya menyusul serangan serupa di wilayah Lviv pada Januari 2026 lalu.

Oreshnik sendiri menjadi sorotan dunia karena dikenal memiliki kecepatan ekstrem.

Saat memasuki fase terminal, rudal ini mampu melaju antara Mach 10 hingga Mach 11, atau setara dengan 12.300 hingga 13.475 km/jam.

Kecepatan hipersonik yang melampaui batas zona standar ini membuat Oreshnik secara teknis mustahil dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional.

Waktu respons yang dibutuhkan sistem pertahanan untuk mendeteksi, mengunci target, hingga meluncurkan interseptor membutuhkan waktu menit, sementara Oreshnik mampu menutup jarak target dalam hitungan detik.

Selain kecepatan, Oreshnik memiliki mekanisme peluncuran yang unik.

BAK KILAT - Tangkap layar rekaman video yang menunjukkan rudal hipersonik Rusia, Oreshnik bak kilat menghantam bangunan di Kiev, Ukraina pada Jumat (8/1/2026) dini hari. Melebihi kecepatan suara, rudal tersebut meluncur bak kilat menghantam gedung.
BAK KILAT - Tangkap layar rekaman video yang menunjukkan rudal hipersonik Rusia, Oreshnik bak kilat menghantam bangunan di Kiev, Ukraina pada Jumat (8/1/2026) dini hari. Melebihi kecepatan suara, rudal tersebut meluncur bak kilat menghantam gedung. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/X)
Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved