Konflik Rusia Vs Ukraina
Profil Oreshnik, Rudal Hipersonik Rusia yang Diduga Gempur Kyiv Minggu Ini
Saat memasuki fase terminal, rudal Oreshnik mampu melaju antara Mach 10 hingga Mach 11, atau setara dengan 12.300 hingga 13.475 km/jam.
Berbeda dengan rudal lain yang menggunakan roket pendorong di titik luncur dan menghasilkan jejak panas besar, Oreshnik dilontarkan dari kendaraan Transporter, Erector Launcher (TEL) menggunakan gas bertekanan.
Metode ini meminimalkan jejak panas, sehingga menyulitkan lawan untuk menghitung momen dan lokasi peluncuran secara presisi.
Presisi Tinggi dan Daya Hancur yang Mematikan
Tidak seperti rudal balistik konvensional yang mengikuti lintasan parabola standar yang dapat diprediksi, Oreshnik memiliki jalur terbang "parabola miring" dengan puncak tinggi dan sisi turun yang curam.
Rudal ini tetap memiliki tenaga dorong sepanjang lintasan terbangnya, yang memungkinkannya bermanuver layaknya meteorit.
Dalam fase terminal, rudal ini melepaskan Post Boost Vehicle (PBV) atau yang dikenal sebagai "Bus".
Komponen ini dikonfigurasi dengan 6 hulu ledak Multiple Independently Targetable Reentry Vehicle (MIRV), di mana masing-masing hulu ledak dapat dipecah lagi menjadi enam sub-munisi, sehingga total terdapat 36 proyektil yang mampu menyasar target berbeda secara simultan.
Bahkan tanpa hulu ledak bahan peledak, energi kinetik dari satu unit MIRV seberat 1,3 ton yang meluncur pada kecepatan Mach 10-11 diklaim memiliki daya hancur setara dengan serangan nuklir.
Sistem pemandu yang didukung oleh GLONASS dan GPS memastikan rudal ini mampu menembus bunker bawah tanah hingga kedalaman empat lantai dengan presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kronologi dan Dampak Serangan Udara
Terkait serangan Rusia di akhir pekan ini, Angkatan Udara Ukraina mencatat bahwa Rusia meluncurkan sekitar 600 drone serang serta 90 rudal yang terdiri dari varian udara, laut, dan darat dalam operasi gabungan tersebut.
Meskipun sistem pertahanan udara Ukraina berhasil menghancurkan atau mengganggu 549 drone serta 55 rudal, belasan serangan Rusia dilaporkan gagal dibendung sehingga dampak kerusakan di lapangan tetap meluas.
Sepanjang malam, sirene serangan udara meraung tanpa henti sementara ledakan kuat mengguncang pusat kota.
Sedikitnya 40 lokasi di berbagai distrik Kyiv tercatat mengalami kerusakan, termasuk sebuah gedung apartemen lima lantai di distrik Shevchenko yang terbakar hingga menewaskan seorang warga.
Sekolah, gudang, dan berbagai bangunan sipil lainnya pun turut hancur.
Warga setempat menggambarkan malam tersebut sebagai pengalaman mengerikan yang belum pernah terjadi selama perang berlangsung, dengan banyak penduduk kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian mereka akibat ledakan dahsyat tersebut.
Klaim Rusia Terkait Serangan di Kyiv
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa serangan di Kyiv ditujukan pada fasilitas komando militer, pangkalan udara, serta pusat industri militer Ukraina.