Minggu, 24 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Perang Iran Gerus Stok Rudal Amerika, Jepang Kena Dampak untuk Hadapi Kekuatan China

Menipisnya rudal AS membuat Jepang berisiko melemah menghadapi meningkatnya pengaruh dan kekuatan militer China di kawasan Indo-Pasifik

Tayang:
HO/IST/HO/IST
AMUNISI TERKURAS - Peluncuran rudal Tomahawk dari sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) seperti tangkap layar dari Khbrn, Jumat (24/4/2026). Perang melawan Iran dilaporkan menguras amunisi AS. Militer AS meluncurkan lebih dari 1.000 rudal Tomahawk jarak jauh selama perang melawan Iran. 

Akibatnya, Washington harus memilih prioritas: apakah senjata digunakan untuk konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah atau dikirim ke sekutu di Asia seperti Jepang.

Bagi Jepang, penundaan ini cukup serius karena Tokyo sedang berusaha memperkuat pertahanan menghadapi China.

Rudal Tomahawk dianggap penting agar Jepang memiliki kemampuan menyerang balik jika sewaktu-waktu terjadi konflik regional.

Sementara bagi kawasan Indo-Pasifik, keterlambatan ini memunculkan pertanyaan besar, apakah AS benar-benar siap menghadapi tekanan China di Asia,
atau justru terlalu sibuk dengan konflik di Timur Tengah.

Dengan kata lain, perang Iran tidak hanya berdampak pada Timur Tengah, tetapi juga memengaruhi keseimbangan militer di Asia.

Gambar dirilis US Navy Visual News Service pada 19 Maret 2011 dan diambil pada 16 Januari 2003 menunjukkan kapal selam rudal balistik USS Florida Ohio meluncurkan rudal jelajah Tomahawk selama Giant Shadow di perairan lepas pantai Bahama. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan pada 16 September 2021 bahwa negara itu akan memperoleh rudal jelajah jarak jauh Tomahawk AS, karena memperkuat pertahanan militer dalam menghadapi kebangkitan China.
Gambar dirilis US Navy Visual News Service pada 19 Maret 2011 dan diambil pada 16 Januari 2003 menunjukkan kapal selam rudal balistik USS Florida Ohio meluncurkan rudal jelajah Tomahawk selama Giant Shadow di perairan lepas pantai Bahama. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan pada 16 September 2021 bahwa negara itu akan memperoleh rudal jelajah jarak jauh Tomahawk AS, karena memperkuat pertahanan militer dalam menghadapi kebangkitan China. (Selebaran / Angkatan Laut AS / AFP)

Fokus AS Terpecah antara China dan Iran

Sejak beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat berupaya mengalihkan fokus strategi militernya ke kawasan Indo-Pasifik untuk menghadapi kebangkitan China.

Dalam strategi tersebut, Jepang menjadi sekutu terpenting Washington di Asia Timur karena posisinya dekat dengan Taiwan, Laut China Timur, dan jalur strategis Pasifik.

Karena itu, AS mendorong Jepang meningkatkan kemampuan militernya, termasuk membeli rudal Tomahawk jarak jauh yang mampu menjangkau target hingga 1.600 kilometer.

Di sisi lain, konflik besar antara AS dan Iran di Timur Tengah justru menguras stok persenjataan Amerika dalam jumlah besar.

Operasi militer yang intens membutuhkan produksi rudal dan amunisi dalam skala tinggi, sementara industri pertahanan AS membutuhkan waktu lama untuk mengisi kembali persediaan tersebut.

Akibatnya, Pentagon mulai menunda pengiriman senjata ke sejumlah sekutu, termasuk Jepang dan beberapa negara Eropa.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran di Asia bahwa perhatian dan sumber daya militer AS kembali tersedot ke Timur Tengah, padahal Washington sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa ancaman utama jangka panjang berasal dari China.

Penundaan pengiriman rudal ke Jepang juga dinilai dapat memengaruhi keseimbangan kekuatan di Indo-Pasifik karena Tokyo sedang membangun kemampuan serangan balasan untuk meningkatkan daya gentar terhadap Beijing.

 

 

(oln/wn/ft/*)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved