Selasa, 9 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy Sebut Jawaban Putin Lemah, Rusia Hanya Peduli Uang

Zelenskyy menanggapi jawaban Putin mengenai surat terbuka yang ia kirim. Ia sebut jawaban Putin lemah, hanya peduli uang, dan tidak mau akhiri perang.

Tayang:
Website Presiden Ukraina
ZELENSKYY - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara dalam pertemuan dengan perwakilan Dewan Atlantik Utara NATO pada 3 Juni 2026. (© Press Service Of The President Of Ukraine / YPV.2026). Pada 5 Juni, Zelenskyy menanggapi jawaban Putin mengenai surat terbuka yang ia kirim. Ia sebut jawaban Putin lemah, hanya peduli uang, dan tidak mau akhiri perang. 

Menurut Ukraina, insiden di dekat Lefkada menunjukkan bahwa dampak perang tidak hanya dirasakan oleh Ukraina, tetapi juga dapat memengaruhi negara-negara sahabat di sekitarnya.

Karena itu, pemerintah Ukraina menegaskan komitmennya untuk mematuhi hukum internasional, menjaga keselamatan navigasi sipil, serta mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Di akhir pernyataannya, Kyiv menyatakan kesiapan untuk terus memperkuat hubungan bilateral dengan Yunani dan mengembangkan dialog yang konstruktif di berbagai bidang kerja sama, lapor Suspilne.

Dewan Keamanan PBB akan Melakukan Pertemuan Darurat Terkait Serangan Terbaru Rusia

Ukraina meminta Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat pada 8 Juni untuk membahas serangan besar-besaran Rusia yang terjadi pada malam 5 Juni.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha, menilai serangan tersebut menunjukkan bahwa Moskow masih memilih eskalasi konflik dibandingkan jalur diplomasi.

Menurut Ukraina, Rusia meluncurkan dua rudal berpemandu Kh-59/69 dan 216 drone berbagai jenis dalam serangan tersebut.

Angkatan Pertahanan Ukraina mengklaim berhasil menembak jatuh atau menekan 198 drone Rusia, sementara 16 drone dilaporkan menghantam 13 lokasi dan puing-puingnya jatuh di 12 lokasi lainnya.

Sybiha menegaskan tekanan internasional terhadap Rusia tetap diperlukan untuk menegakkan Piagam PBB dan mendukung upaya perdamaian yang diusulkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada negara-negara mitra yang terus mendukung terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Latar Belakang Perang Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina secara terbuka pecah pada 24 Februari 2022 ketika Rusia melancarkan operasi militer skala besar ke wilayah Ukraina.

Namun, akar konflik antara kedua negara sebenarnya telah berlangsung jauh lebih lama, sejak Ukraina merdeka dari Uni Soviet pada 1991 dan mulai mempererat hubungan dengan negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Salah satu sumber ketegangan utama adalah keinginan Ukraina untuk bergabung dengan NATO. Rusia memandang langkah tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya dan khawatir pengaruh Moskow di kawasan Eropa Timur akan semakin berkurang.

Situasi semakin memanas pada 2014 setelah Revolusi Maidan yang menggulingkan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych, tokoh yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Rusia.

Setelah itu, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea, sementara konflik bersenjata meletus di wilayah Donetsk dan Luhansk yang melibatkan kelompok separatis pro-Rusia dan pasukan Ukraina.

Berbagai upaya perdamaian sempat dilakukan melalui Perjanjian Minsk yang dimediasi oleh Prancis dan Jerman. Namun, implementasi kesepakatan tersebut berjalan sulit karena kedua belah pihak saling menuduh melakukan pelanggaran terhadap isi perjanjian.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved