Selebrasi Lokal
FBI Larang Penggunaan Segala Jenis Drone di Stadion selama Piala Dunia 2026
Tak pandang bulu, Pihak FBI juga akan memberikan peringatan keras bagi para warga yang berniat menerbangkan drone di sekitar area Piala Dunia
Ringkasan Berita:
- Menjelang Piala Dunia 2026, FBI dan lebih dari 60 lembaga penegak hukum AS telah menyelesaikan pelatihan khusus untuk mendeteksi dan mencegah penggunaan drone ilegal di sekitar lokasi pertandingan.
- FBI mengklaim memiliki teknologi canggih seperti radar dan perangkat pengambil alih kendali elektronik untuk menjinakkan drone yang melanggar aturan
- Wakil Direktur FBI, Christopher Raia, menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang mencoba menerbangkan drone di area Piala Dunia
TRIBUNNEWS.COM – Menjelang dimulainya turnamen Piala Dunia 2026 pada tanggal 11 Juni 2026 mendatang, otoritas keamanan Amerika Serikat terus memperluas fokus pengawasannya hingga ke ruang udara.
Hal ini terlihat dari upaya terbaru Badan Penyelidik Federal AS (FBI) bersama berbagai instansi penegak hukum setempat yang terus melakukan persiapan intensif untuk menangani segala potensi ancaman.
Satu hal yang dinilai berpotensi menimbulkan masalah keamanan bagi FBI adalah penggunaan drone tanpa izin di sekitar lokasi pertandingan maupun acara pendukung bagi para penggemar.
Saat ini, lebih dari 60 lembaga penegak hukum di berbagai tingkat, mulai dari lokal, wilayah, hingga negara bagian, telah merampungkan program pelatihan federal pertama yang dirancang khusus untuk mendeteksi serta mencegah keberadaan drone ilegal.
FBI menegaskan bahwa inisiatif ini akan terus dilanjutkan dengan kelas-kelas pelatihan tambahan, bahkan setelah turnamen berlangsung.
Tantangan Menghadapi Teknologi Drone yang Berkembang Pesat
Pengawasan drone sendiri dinilai FBI menghadirkan tantangan tersendiri bagi penegak hukum.
Hal ini dikarenakan teknologi drone yang dinilai terus berkembang sangat cepat, mudah didapatkan di pasaran, serta memiliki kemampuan untuk membawa beban yang beragam, mulai dari kamera hingga zat berbahaya.
Badan penerbangan AS, Federal Aviation Administration (FAA) juga telah menetapkan dan menyosialisasikan pembatasan terbang di sekitar acara-acara berskala besar.
Setiap operator drone yang melanggar batasan wilayah udara tersebut akan menghadapi sanksi pidana.
Mike Torphy, agen FBI yang memimpin pelatihan sertifikasi tersebut, menyoroti padatnya aktivitas di ruang udara saat ini.
Baca juga: Usai Panen Kritikan, FIFA Longgarkan Larangan Bawa Botol Air Minum ke Stadion Piala Dunia 2026
Program pelatihan ini utamanya bertujuan untuk melatih “penilaian,” guna menentukan apakah suatu drone merupakan ancaman sebelum melakukan tindakan tegas.
Tindakan tersebut bisa berupa pengambilalihan kendali elektronik terhadap drone ilegal.
“Kami memiliki berbagai metode teknis yang tersedia bagi kami. Mengambil alih adalah salah satu opsi. Kami juga memiliki opsi untuk membingungkan drone, membuatnya pergi ke tempat lain, tetapi kami tidak dibatasi secara hukum terkait jenis teknologi yang dapat kami gunakan untuk memitigasi drone,” jelas Torphy.
Kesiapan Keamanan Skala Besar
Piala Dunia 2026 sendiri merupakan turnamen terbesar FIFA yang pernah diadakan di Amerika Utara, melibatkan 48 tim yang akan bertanding di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Turnamen ini dijadwalkan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli, dengan laga pembuka di Mexico City dan pertandingan final di MetLife Stadium, New Jersey.
Wakil Direktur FBI, Christopher Raia, menyampaikan kepada NBC News bahwa meskipun mereka terus memantau risiko keamanan, hingga saat ini belum ditemukan ancaman spesifik atau kredibel terhadap jalannya turnamen.
Meski demikian, pihak federal tetap mengantisipasi berbagai gangguan keamanan yang mungkin muncul.
“Saya pikir akan ada semacam insiden keamanan. Saya pikir apa yang harus Anda pahami adalah insiden keamanan berkisar dari seorang penggemar yang mungkin terlalu banyak minum lalu memulai pertengkaran hingga serangan teroris besar.” sambungnya.
Kendati demikian, Raia meyakinkan bahwa para penggemar dan penonton harus merasa aman saat datang ke stadion.
“Ini adalah upaya seluruh pihak bagi kami untuk menjaga keamanan warga Amerika kami,” pungkas Raia.
Penindakan Tegas bagi Pelanggar
Baca juga: Daftar Keluhan dari Timnas Inggris di Uji Coba Pra-Piala Dunia 2026 Kontra Selandia Baru
FBI juga mengatakan pihaknya akan memberikan tindakan yang tegas dan keras bagi mereka yang melanggar aturan penerbangan drone.
Dilengkapi dengan kamera, radar, serta alat pendengar cangghi, FBI mengklaim dapat mengambil kendali elektronik atas drone ilegal dan mengarahkannya ke area yang lebih aman.
Dalam situasi tertentu yang mendesak, drone ilegal bahkan dapat dipaksa jatuh dari langit.
FBI pun menegaskan akan menghormati hak pemilik drone di area yang tidak terkena pembatasan, namun sulit untuk membedakan antara pegiat drone biasa dengan seseorang yang berniat jahat.
Tak pandang bulu, Pihak FBI juga memberikan peringatan keras bagi para penggemar drone yang berniat menggunakan drone mereka untuk sekadar menjelajah atau mengambil foto di area Piala Dunia.
“Dengan semua kemampuan yang kami miliki sekarang, kami akan menemukan Anda dan itu akan menjadi hari yang sangat tidak nyaman bagi Anda,” tegasnya.
Raia menekankan konsekuensi serius bagi mereka yang nekat melanggar aturan tersebut.
“Anda berpotensi masuk penjara dan jadi saran saya kepada mereka, singkat dan sederhana: Jangan lakukan itu.” pungkasnya.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Drone-pertanian-di-Subang.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.