Selasa, 9 Juni 2026

Gempa di Sulut

Upacara Bendera Menyelamatkan Ribuan Anak-anak dari Gempa

Gempa kuat itu menewaskan sedikitnya 37 orang di Filipina, dengan sebagian besar korban tertimpa reruntuhan bangunan.

Tayang:
Penulis: Hasanudin Aco
Foto: DepEd Mahayahay Elementary School
GEMPA SAAT UPACARA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah Filipina selatan pada Senin (8/6/2026) pagi. Momen gempa tersebut terekam saat para siswa dan guru sedang mengikuti upacara bendera di Sekolah Dasar Mahayahay, Barangay Kilalag, Malita, Davao Occidental. 

Ringkasan berita

  • Upacara bendera di sebuah sekolah dasar di Davao City membantu menyelamatkan ribuan siswa saat gempa magnitudo 7,8 mengguncang lepas pantai Pulau Mindanao pada Senin (8/6/2026).
  • Saat gempa terjadi, para siswa, guru, dan orang tua sedang berada di lapangan untuk upacara sehingga tidak terjebak di dalam gedung yang berisiko runtuh.
  • Gempa kuat itu menewaskan sedikitnya 37 orang di Filipina, sebagian besar korban tertimpa reruntuhan bangunan. 
  • Selain itu, 456 orang mengalami luka-luka dan empat orang masih dinyatakan hilang.
  • Kerusakan juga meliputi ribuan rumah, sekolah, toko, jalan, dan jembatan.
  • Pada waktu yang hampir bersamaan, gempa berkekuatan 7,7 juga dirasakan di wilayah Sulawesi Utara, terutama di kawasan Kepulauan Sangihe.
  • Namun hingga laporan terakhir, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, FILIPINA -  Pagi itu, Senin (8/6/2026), murid Sekolah Dasar di Kota Davao,  Filipina, tengah melakukan upacara bendera.

Kegiatan rutin yang diadakan seluruh murid di Davao sebelum melaksanakan kegiatan belajar di kelas.

Namun di tengah upacara, tiba-tiba bumi bergetar.

Tanah yang dipijak bergoyang dan tiang bendera berayun hebat.

Suara retak bangunan sekolah terdengar dan seketika upacara bendera bubar.

Para murid terlihat panik, beberapa diantara mereka menangis dan terdiam di atas tanah.

Pagi itu gempa bumi dahsyat melanda sejumlah kota di Filipina termasuk Kota Davao.

Pusat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,8 mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Mindanao, Filipina selatan, sekitar pukul 07.37 waktu setempat.

Hingga pagi ini, otoritas setempat melaporkan sedikitnya 37 orang dinyatakan tewas akibat bencana alam tersebut.

Wakil Juru Bicara Kantor Pertahanan Sipil (OCD) OCD Diego Mariano mengatakan bahwa hingga pukul 6 pagi ini jumlah korban tewas 33 orang  dilaporkan di Soccsksargen (18 di Sarangani, 12 di General Santos City, dan 3 di Cotabato Selatan).

Sementara empat orang lainnya dilaporkan meninggal di Wilayah Davao.

 OCD mengatakan bahwa sebagian besar korban tewas tertimpa reruntuhan.

Sebanyak 456 orang mengalami luka-luka dan empat orang masih dinyatakan hilang.

Upacara Bendera Menyelamatkan Kami

Jessa Babatuan, seorang guru di Sekolah Dasar Cabantian di Kota Davao,  mengatakan semua siswa berkumpul di luar ruangan untuk upacara pengibaran bendera saat gempa terjadi.

“Bendera kita menyelamatkan banyak siswa hari ini,” kata Babantuan dengan penuh rasa syukur dalam keterangan videonya dikutip dari GMA News.

Dia  berterima kasih kepada Tuhan karena telah menyelamatkan mereka.

Dalam video tersebut menunjukkan beberapa siswa menutupi kepala mereka dengan tangan saat berjalan menuju tempat aman.

Sementara siswa lain dengan tenang berdiri atau duduk di lapangan saat gempa bumi yang terjadi pada hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran tersebut.

Karena para siswa, guru, dan orang tua sudah berada di luar ruangan untuk upacara pengibaran bendera, mereka dapat melakukan prosedur keselamatan di tengah gempa bumi dan menghindari terjebak di dalam gedung yang terancam runtuh.

Babantuan mengatakan tidak ada seorang pun dari sekolah mereka yang terluka.

Berdasarkan penilaian awal, sembilan jembatan dan 19 jalan mengalami kerusakan akibat gempa. 

Otoritas Filipina  memperkirakan kerugian akibat kerusakan infrastruktur mencapai lebih dari 900 juta peso.

Pihak berwenang mencatat 1.889 rumah yang rusak, di antaranya sekitar 1.500 rumah hancur total, sekolah, gedung pemerintahan, dan toko-toko.

Gempa di Sulut

Saat bersamaan gempa bumi melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dengan kekuatan Magnitudo 7,7.

Berdasarkan rilis BMKG, pusat gempa terjadi di arah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe di kedalaman 105 Km.

Kepulauan Sangihe berada di perairan utara Pulau Sulawesi yang membentang ke arah utara hingga berbatasan langsung dengan perairan Davao del Sur, Filipina.

Kepulauan Sangihe merupakan sebuah kabupaten mandiri beribu kota di Tahuna.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri atau mencabut status peringatan dini tsunami untuk wilayah Indonesia pada Senin (8/6/2026) pagi pukul 10.15 WIB.

 

Belum dilaporkan korban jiwa dalam gempa itu, termasuk kerusakan bangunan.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved