Blackberry Diblokir
Blackberry Itu Cara Lain Memeras Uang Indonesia
Kontroversi soal ancaman pemblokiran Blackberry, juga terkait soal arus putaran uang yang justru merugikan Indonesia karena hanya menguntungkan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kontroversi soal ancaman pemblokiran Blackberry di Indonesia dinilai bukan sekedar soal penutupan akses pornografi via smartphone. Ancaman itu juga terkait soal arus putaran uang yang justru merugikan Indonesia.
Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq mengatakan keberadaan RIM (Research In Motion) sebagai provider Blackberry Smartphone tidak ada keuntungan secara ekonomi buat Indonesia.
Selain tidak adanya investasi, juga tidak signifikannya jumlah tenaga kerja yang diserap.
Menurut Mahfudz, pengguna Blackberry di Indonesia sekitar 2,5 juta orang dengan jumlah pemasukan sebesar 7 dolar Amerika per pengguna per bulan. Artinya setiap bulan ada total pemasukan yang ada sebesar 17.5 juta dolar Amerika masuk ke Kanada.
"RIM ini bukan sekedar masalah filtering porno, tapi keadilan usaha. Jangan seenaknya kita jadi sapi perah," jelasnya.
Research in Motion (RIM) yang beroperasi di Kanada, lanjut Mahfudz, mengeruk 122 juta dolar Amerika per tahun dari pasar Indonesia tanpa pajak (karena bukan obyek pajak di Indonesia).
Lebih jauh Mahfudz menjelaskan tuntutan pemerintah melalui Menkominfo agar RIM menjalankan peraturan perundang-undangan adalah untuk kepentingan nasional dan agar tidak terjadi diskriminasi dengan provider telekomunikasi lain yang ada di Indonesia.