Rabu, 10 Juni 2026

Inilah Korban Pertama Jatuhnya Meteorit

Kejadian Ann sangat langka, karena biasanya meteorit jatuh ke laut atau ke wilayah paling terpencil di Bumi.

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM - Satu sore yang cerah di Sylacauga, Alabama, Amerika Serikat (AS) pada akhir November 1954, Ann Hodges, seorang ibu rumah tangga, sibuk merapikan sofa di rumah sewaan miliknya.

Tiba-tiba, sebuah batu hitam seukuran bola softball menembus genteng rumah Ann, dan mengenai bagian pahanya, serta meninggalkan luka berbentuk seperti nanas.

Setelah itu, rumah Ann dipenuhi warga yang penasaran mengenai benda misterius penyebab luka. Suami Ann, Eugene Hodges, seorang pekerja kasar, harus menembus kerumunan untuk bisa menemui istrinya.

Namun, karena saat itu tensi di AS sedang tinggi akibat ketegangan Perang Dingin dengan Uni Soviet, batu yang mengenai Ann langsung diserahkan kepada Angkatan udara. Sedangkan Ann dilarikan ke rumah sakit.

Setelah AU memastikan bahwa batu tersebut adalah meteorit, publik meminta agar dikembalikan pada Ann. Perempuan ini dipastikan menjadi orang pertama dalam sejarah yang terkena meteorit secara langsung.

"Saya merasa meteorit itu milik saya. Saya merasa Tuhan mengirimkannya pada saya. Batu itu mengenai saya," ujar Ann.

Tapi, pemilik rumah sewaan Ann dan suaminya, Birdie Guy, ingin batu itu menjadi miliknya. Menurut Guy, batu itu jatuh di properti miliknya. Maka, Guy berhak menjadi pemiliknya.

Pasangan Hodges menolak tawaran yang diberikan, dan memberikan meteorit ke Museum Natural History pada 1956. Kemudian, Ann depresi, hingga pada 1964 berpisah dari suaminya.

Ann akhirnya wafat pada 1972, akibat gagal ginjal di Sylacaugan. Menurut Eugene yang kini berstatus duda, Ann tidak pernah pulih dari kejadian jatuhnya meteorit.

Kejadian Ann sangat langka, karena biasanya meteorit jatuh ke laut atau ke wilayah paling terpencil di Bumi. Menurut Michael Reynolds, astronom dan penulis buku Falling Stars: A Guide to Meteors & Meteorites, peluang manusia terkena meteorit secara langsung sangat lah kecil.

"Anda lebih berpeluang terkena tornado, kilatan petir, dan badai di saat bersamaan," jelas Reynolds. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved