Bye Bye Kolesterol

Bingung Mengidap Darah Tinggi atau Kolesterol Tinggi? Ternyata Ini Perbedaannya

Darah tinggi dan kolesterol tinggi merupakan dua kelainan kesehatan yang jika dibiarkan bisa menyebabkan penyakit berbahaya.

BizzInsight
Bingung Mengidap Darah Tinggi atau Kolesterol Tinggi? Ternyata Ini Perbedaannya
Shutterstock
ILustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Darah tinggi dan kolesterol tinggi merupakan dua kelainan kesehatan yang jika dibiarkan bisa menyebabkan penyakit berbahaya. Sayangnya, banyak orang yang masih bingung membedakan gejala dua penyakit ini.

Darah tinggi atau hipertensi misalnya, dilansir dari Klikdokter, menunjukkan beberapa gejala seperti sakit kepala, mimisan, dan nyeri dada atau sesak napas.

Biasanya gejala hipertensi ini tidak spesifik dan baru muncul ketika tekanan darah terlalu tinggi dan mengancam nyawa. Jika memang mempunyai riwayat keluarga dengan hipertensi atau mengalami obesitas, dianjurkan untuk rutin mengecek tekanan darah.

Berbeda dengan hipertensi, kolesterol tinggi memiliki beberapa gejala yang jelas. Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Sahid Sahirman, dr. Aulia Sani adapun beberapa gejala di antaranya:

- Sering pusing di bagian belakang kepala

Pusing ini disebabkan penyumbatan pembuluh darah di sekitar kepala akibat kolesterol yang mulai membentuk plak di pembuluh darah.

-  Tengkuk dan pundak pegal

Hal ini terjadi akibat aliran darah yang tidak lancar karena penyumbatan pembuluh dari kolesterol.

- Sering pegal di tangan dan kaki

Rasa pegal ini disebabkan pembuluh darah yang tersumbat akibat penumpukan kolesterol.

- Sering kesemutan di tangan dan kaki

Hampir sama dengan pegal, kesemutan merupakan implikasi dari aliran darah tidak lancar karena kesemutan berhubungan dengan saraf yang tidak mendapatkan aliran darah.

- Dada sebelah kiri seperti tertusuk

Gejala ini diakibatkan terjadi penyumbatan di pembuluh darah sekitar jantung yang membuat rasa nyeri seperti ditusuk. Rasa nyeri bahkan bisa menjalar hingga ke daerah sekitar leher. Nyeri dada juga bisa menjadi tanda-tanda dari serangan jantung.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (SteadyHealth.com)

Pengobatan Hipertensi dan Kolesterol Tinggi

Pengobatan untuk masing-masing penyakit memang tidak begitu berbeda. Untuk pengobatan non-medis, Anda perlu mengubah gaya hidup dengan melakukan olahraga teratur, menurunkan berat badan, dan berhenti merokok atau minum minuman alkohol.

Pada pola makan, bagi penderita hipertensi perlu mengurangi asupan garam, namun jika tak ada perubahan, penderita hipertensi disarankan meminum obat antihipertensi yang terdiri dari golongan ACE-inhibitor, beta-blocker, thiazide, angiotensin II receptor blockers, calcium channel blocker, dan sebagainya secara rutin seumur hidup menjadi solusi untuk menurunkan tekanan darah.

Sedangkan bagi mereka yang mengidap kolesterol tinggi, disarankan untuk mengubah gaya hidup seperti mengurangi asupan lemak dan kolesterol sebanyak 25-30 persen dari asupan kalori setiap hari, hingga kurang dari 200 mg; mengganti lemak dengan konsumsi buah-buahan dan sayuran; mengkonsumsi makanan berserat larut seperti oat bran, oatmeal, kacang-kacangan, polong-polongan, rice-bran, aneka jeruk, stroberi, dan apel.

Tidak lupa juga untuk rutin melakukan aktivitas fisik, istirahat yang cukup, serta menghindarkan diri dari stres.

Selain itu, pastikan meminum asupan PSE (plant stanol ester), yaitu bahan alami yang terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Para ahli menyarankan untuk mengkonsumsi setidaknya 2 gram PSE setiap hari.

Sayangnya, jumlah PSE pada sayur dan buah kadarnya hanya 100 miligram. Karena itu, konsumsi Nutrive Benecol yaitu minuman penurun kolesterol dengan rasa buah segar (Blackcurrant, Lychee, Strawberry, dan Orange) yang mengandung PSE karena telah teruji klinis dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL  serta dengan diet rendah lemak dan kolesterol.

Rutinlah konsumsi Nutrive Benecol selama 2-3 minggu, sebanyak 2 kali sehari segera setelah makan.

Kalbe Nutruve Benecol 1
Nutrive Benecol

Apapun sakitnya, sebaiknya cintai diri sendiri dengan memulai gaya hidup sehat.

Penulis: Firda Fitri Yanda/Editor: Dana Delani 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved