Breaking News:

Bye Bye Kolesterol

5 Cara Siasati Makanan Kolesterol Tinggi di Hari Raya Idul Adha

Hari Raya Idul Adha identik dengan beragam sajian dari olahan daging. Makanan kolesterol tinggi ini tentu tidak baik jika dikonsumsi rutin.

BizzInsight
Shutterstock
Gulai sapi, makanan kolesterol tinggi yang sering disajikan saat Hari Raya Idul Adha. 

TRIBUNNEWS.COM - Hari Raya Idul Adha identik dengan beragam sajian dari olahan daging, baik yang dibuat dari daging sapi maupun daging kambing. Mulai dari gulai, sate, rendang, dan masih banyak lagi menu lainnya.

Meski lezat, jika dikonsumsi secara rutin makanan kolesterol tinggi ini tentu tidak baik untuk kesehatan, salah satunya  memperburuk kesehatan jantung dalam jangka waktu yang panjang.

Kekhawatiran itu muncul dikarenakan daging merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung lemak tinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, dalam 100 gram daging kambing terdapat kandungan lemak total sejumlah 9,2 gram dan kolesterol 70 mg, sedangkan daging sapi mengandung lemak total sejumlah 14 gr dan kolesterol 70 mg.

Ditambah lagi, beragam menu yang disajikan saat momen Idul Adha mayoritas diolah dengan ditambahkan santan. Nah, tambahan santan inilah yang juga membuat kandungan lemak menjadi semakin naik.

Meski demikian bukan berarti kamu sama sekali tidak bisa mengonsumsi daging. Melansir dari Klikdokter, terdapat banyak nutrisi baik dalam daging yang dapat bermanfaat untuk tubuh seperti kandungan protein yang tinggi, zat besi, vitamin B3, B12, zinc, dan selenium.

Untuk itu, agar tak perlu khawatir dihantui makanan kolesterol tinggi, ketahui bagaimana menyiasati cara mengolah daging serta memperhatikan jumlah porsi yang dikonsumsi. Cara mengolah yang bisa kamu lakukan di antaranya sebagai berikut.

Buang lemak yang terlihat

Sebelum mengolah daging, potong dan buang lapisan lemak yang terlihat di permukaan daging. Langkah ini cukup efektif untuk mengurangi jumlah lemak jenuh yang dimasak dan berpotensi meningkatkan kolesterol jika dikonsumsi.

Membuang air rebusan pertama

Merebus daging sapi kerap dilakukan untuk mendapatkan tekstur daging yang lebih lembut dan juga kaldu. Namun, pada air rebusan pertama daging biasanya mengandung banyak lemak, maka dari itu sebaiknya kamu buang air rebusan yang pertama dan merebusnya kembali.

Membuang air rebusan pertama tidak akan membuang kaldu daging jika dilakukan dengan benar. Lakukan rebusan pertama dalam air mendidih sehingga juice (sari daging) tetap terkunci dalam daging. Setelah itu, pada rebusan kedua gunakan air dingin agar juice keluar.

Dengan begitu, selain melembutkan dan mengurangi kadar lemak pada daging, air kaldu yang diperoleh pun akan lebih jernih dan bebas lemak.

Proses perebusan menggunakan air mendidih atau air dingin terlebih dahulu bisa disesuaikan dengan jenis makanan yang akan dibuat.

Sajikan dengan kuah bening, dipanggang, atau bakar

kambing makanan kolesterol tinggi

Seperti yang dipaparkan sebelumnya, mengombinasikan santan dengan menu olahan daging dapat meningkatkan jumlah lemak pada masakan. Nah, sebagai alternatif, kamu bisa memasak daging dengan cara dipanggang, dibakar atau menyajikannya dalam kuah bening tanpa santan.

Beberapa menu yang bisa kamu sajikan di antaranya daging panggang, sate, steak, serta soto atau sop daging dengan kuah bening.

Tumis atau goreng dengan minyak sehat

Bila kamu ingin membuat menu sajian daging dengan cara menggoreng atau menumis, gunakanlah minyak yang lebih sehat dan rendah lemak jenuh seperti minyak zaitun atau minyak kanola.

Pasalnya, minyak mempunyai titik didih dan titik asap tertentu. Minyak goreng yang baik tentu memiliki titik asap tinggi sehingga lebih stabil ketika dipanaskan. Kestabilan minyak dan tinggi titik asap menunjukkan seberapa rekat kandungan asam lemak di dalamnya. 

Semakin rekat asam lemaknya akan semakin sulit memecahkan asam lemak saat dipanaskan.

Kombinasikan menu daging dengan kacang-kacangan dan sayuran

Kombinasikan sajian daging merah dengan makanan pelengkap yang menyehatkan, seperti sayuran atau kacang-kacangan dapat menjadi trik untuk menurunkan kadar kolesterol yang diserap tubuh setelah mengonsumsi makanan berlemak.   

Cindiawati Pudjiadi, seorang ahli gizi, mengatakan bahwa beberapa sayuran seperti brokoli dan wortel serta kacang-kacangan mengandung fitosterol yang dapat menggantikan posisi kolesterol dalam usus sehingga dapat membantu menurunkan jumlah kolesterol yang diserap tubuh.

Selain itu, untuk membantu melawan maupun menjaga kadar kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL) yang ada dalam tubuh pasca mengonsumsi makanan kolesterol tinggi pada sajian di Hari Raya Idul Adha, kamu juga bisa mengonsumsi asupan PSE atau plant stanol ester.

nutrive benecol blackcurrant

PSE merupakan bahan alami yang terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, karena PSE merupakan senyawa yang terdapat dalam tanaman, seperti kedelai, jagung, gandum, sayur, dan buah.

Namun, karena jumlahnya yang sedikit yaitu hanya 100 miligram, kamu memerlukan pasokan PSE tambahan.

PSE terdapat pada Nutrive Benecol yang sudah teruji dapat menurunkan kadar kolesterol tinggi dan menjaganya. Dengan rutin mengonsumsi 2x sehari setara 3.4 gr PSE, langsung setelah makan selama 2-3 minggu, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol hingga 7-10%.

Nutrive Benecol bisa menjadi pilihan teman makan enak, tanpa khawatir kolesterol tinggi, dengan pilihan rasa yang enak pula, terdiri dari 4 varian rasa enak yaitu rasa Blackcurrant, Lychee, Strawberry, dan Orange, konsumsi Nutrive Benecol langsung setelah makan saat Idul Adha agar kolesterol terjaga.

Selamat menyambut Hari Raya Idul Adha tanpa was-was kolesterol jahat, ya! Nutrive Benecol, Cara Enak Turunkan Kolesterol.

Penulis: Nurfina Fitri Melina/Editor: Dana Delani

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved