Belajar Revolusi Mental Dari Para Tokoh Inspiratif

Para 11 tokoh inspiratif ini aktif berperan dalam berbagai kegiatan yang berkontribusi positif dan menginspirasi perubahan di masyarakat.

Belajar Revolusi Mental Dari Para Tokoh Inspiratif
dok. Kemenko PMK
Para 11 tokoh inspiratif yang aktif berperan dalam berbagai kegiatan yang berkontribusi positif dan menginspirasi perubahan di masyarakat. 

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Gugus Tugas Nasional Gerakan Nasional Revolusi Mental menyelenggarakan Diskusi dalam Rangka Implementasi Revolusi Mental di Hotel Grand Mercure Hayam Wuruk, Jakarta.

Acara ini mengundang 11 tokoh inspiratif yang aktif berperan dalam berbagai kegiatan yang berkontribusi positif dan menginspirasi perubahan di masyarakat. Kesebelas tokoh tersebut adalah Farid N. Aslam, CEO Aruna Indonesia; A’ak Abdullah Al Kudus, Pendiri dan Aktivis Laskar Hijau.

Ridwan Alimudin, Pendiri Armada Pustaka Mandar; Suroto, Aktivis Gerakan Koperasi; Rangga Babuju, Pendiri Komunitas Babuju; Hasan Aoni Aziz, Pendiri Omah Dongeng Marwah; Andhika Mahardika, Pendiri Agradaya; Maria Loretha, Pemberdaya Sorgum; Isnin Sholihin, Langit Negeri Indonesia; Nissa Wargadipura, Pendiri Pesantren Ekologi Ath Thaariq; dan Heru Mataya, Pendiri Festival Payung Indonesia.

Dalam acara diskusi ini, dapat dilihat bahwa gerakan revolusi mental secara umum telah berjalan di daerah. Melalui kesebelas tokoh masyarakat ini, revolusi mental dapat diimplementasikan secara unik dan kreatif sesuai dengan kegiatan yang mereka masing-masing jalani.

Berikut kisah inspiratif yang datang dari tokoh muda seperti Farid Naufal Aslam. Pemuda berumur 24 tahun ini telah memperlihatkan gerakan perubahan yang dilakukannya melalui pemberdayaan nelayan berbasis pemanfaatan teknologi dengan platform e-commerce Aruna.id.

Hingga saat ini Aruna Indonesia telah merangkul 1701 kelompok nelayan di 16 provinsi dengan konsumen yang sudah merambah ke mancanegara.

Begitu pula dengan Andhika Mahardika, pendiri Agradaya ini patut dijadikan contoh khususnya mengenai peran seorang pemuda dalam mengembangkan sistem pertanian rempah berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Bukit Menoreh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Selain mendorong petani berpegang pada salah satu gerakan revolusi mental yaitu Gerakan Indonesia mandiri, Andhika juga aktif menggagas petanimuda.org sebagai gerakan kolaboratif bagi pemuda pemudi untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

Dari timur Indonesia, terdapat kisah inspiratif Maria Loretha, seorang penggagas, pembenih dan juga pendamping petani penanam sorgum asal Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Ketika seseorang memiliki komitmen untuk berubah menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya, maka revolusi mental sesungguhnya telah terjadi," begitulah semangat revolusi mental yang muncul dari Mama Loretha – panggilan akrabnya.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved