Revolusi Mental Butuh Partisipasi Aktif Masyarakat

Partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat dan upaya membangun kesadaran bersama pun menjadi syarat mutlak sukses.

Revolusi Mental Butuh Partisipasi Aktif Masyarakat
Kemenko PMK
Paulus Wirutomo, Sosiolog dari Universitas Indonesia 

“Revolusi Mental itu bukanlah perubahan seketika, tak bisa selesai dalam setahun atau lima tahun, butuh kesinambungan. Yang terpenting, janganlah buru-buru menilai gerakan ini berhasil atau tidak, tetapi apakah kita sudah mau bergabung, bergerak bersama-sama dan berubah jadi lebih baik?," tambah Paulus.

Ditambahkannya, Revolusi Mental sebagai gerakan sosial, bagi Paulus, tidak ada pilihan lain, harus dimulai dan konsisten dilaksanakan.

Indonesia sangat membutuhkan perubahan yang cepat karena perubahan dunia juga begitu cepat. Untuk itu, perubahan yang cepat tersebut perlu didukung perubahan perilaku, pola pikir dan sikap masyarakat yang juga cepat.

Itulah mengapa Revolusi Mental diberbagai bidang diperlukan. Jelang lima tahun terakhir, GNRM dipercaya mulai menampakkan hasilnya.

Hal tersebut dapat dilihat dari capaian-capaian pemerintah di berbagai bidang. Pembangunan infrastruktur, inovasi berbagai pelayanan masyarakat (penyelenggaraan ibadah haji, dll), kesuksesan Asian Games dan Asian Para Games, kemudahan berinvestasi, dll.

“Pemerintah harus terus menjaga bahkan meningkatkan berbagai capaian pembangunan yang merupakan wujud Revolusi Mental berjalan baik. Revolusi Mental selalu mengedepankan nilai-nilai universal. Adapun kualitas moral setiap individu berbasis pada nilai-nilai agama dan keyakinannya," tandas Paulus. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved