Filosofi Alam ada Pada Yoga
Perhatikan alam. Filosofi yang ada pada alam juga bisa ditemui saat latihan yoga.
Namun, tentu saja munculnya tidak serta begitu saja. Mungkin dimulai dari akar dahulu atau daun sehelai, lama-kelamaan menjadi pohon besar.
Yudhi Widdyantoro, instruktur yoga mengatakan filosofi yang sama juga ada pada yoga. Sama persis dengan sebatang pohon, yoga harus dijalani dengan fondai yang kuat sebagai akarnya. Perjalanan seseorang dalam beryoga seperti pada umumnya tradisi spiritual dimulai dengan menjalankan etika universal seperti tidak melakukan kekerasan (ahimsa), tidak berbohong, tidak mencuri, dan hidup sederhana. Fondasi yoga ini dikenal dengan Yama.
Disiplin awal tradisi yoga ini tentu saja sangat diperlukan dalam hidup bermasyarakat agar kita dapat mengontrol diri kita sehingga keberadaaan kita tidak merugikan orang lain. Jadi sesungguhnya, bukan asana atau latihan postur-postur yang perlu dipahami dalam menapaki perjalanan yoga.
Berikutnya adalah Niyama, atau latihan mendisiplinan diri. Ini bisa kita padankan dengan batang pohon. Niyama antara lain menjaga kebersihan diri (saucha), bersemangat (tapas), dan rendah hati pada hukum-hukum alam yang tidak bisa dibantah kebenarannya (Isvara pranidhana).
Asana atau postur-postur yoga dengan bentuk-bentuknya yang terkadang aneh, menuntut kelenturan tubuh yang tinggi sesungguhnya adalah kajian pada tangga ketiga yang bisa dumpamakan dengan cabang pohon. Seperti cabang yang beragam bentuk, begitu juga asana ini yang dilakukan oleh beragam aliran atau style. Mereka, melakukan postur yang sama, seperti vrkasana (postur pohon), bhujangasana (postur ular atau cobra), dan sebagainya. Hanya saja cara dan penekanannya bisa jadi berbeda-beda.
Semakin dalam dan jauh perjalanan beryoga ini, kita akan sampai pada belajar pernafasan yoga (pranayama) yang bisa disamakan dengan daun pada sebuah pohon. Daun adalah unsur di pohon untuk menyerap energi dari alam dan kemudian diedarkan ke seluruh elemen pohon agar hidupnya berlangsung terus. Begitu juga latihan pernafasan ini.
Dari sini kita bisa melihat betapa erat sekali hubungan antara yoga dengan lingkungan. Jadi sesungguhnya sambil kita belajar yoga, kita juga akan belajar memahami alam.
Bahkan ada beberapa contoh postur yoga yang meniru alam seperti postur pohon dan ular. Jika disertai dengan perhatian pada organ-organ di dalam tubuh, otot-otot, ligamen, tendon, dan gerak fisiologis yang bekerja ketika berlatih, serta harmonisasi dengan nafas, dan fokus atau pusat perhatian, semua latihan postur dalam yoga diyakini akan memberi manfaat bagi kesehatan fisik.
Tentu ada manfaat lain yakni sebagai sarana latihan untuk meningkatkan kesadaran diri (awareness), rendah hati di hadapan Tuhan, atau hukum-hukum alamiah.
Jadi, yoga juga merupakan suatu proses olah batin atau proses perjalanan spiritual yang membawa diri kita pada suasana hati yang menentramkan. Yoga juga merupakan refleksi akan harmonisnya suasana batin kita yang tenang dengan alam sekitarg.
Karena itu baik sekali jika kita sempatkan sekali-sekali berlatih yoga di ruang terbuka agar kita makin dekat dengan alam.
Ini juga merupakan latihan untuk meningkatkan kesadaran bahwa kita juga adalah bagian dari alam semesta. Juga kesadaran bahwa segala tindakan kita secara pribadi akan berdampak pada masyarakat dan alam.