Rabu, 10 Juni 2026

PT Sari Husada Gelar Diskusi Kesehatan Wanita Hamil

PT Sari Husada, perusahaan produk gizi ibu dan anak, mengundang para ahli kesehatan

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Sari Husada, perusahaan produk gizi ibu dan anak, mengundang para ahli kesehatan, ahli nutrisi serta ahli di bidang lain yang relevan dengan membahas topik suatu masalah kompleks yang masih menjadi tantangan bagi Indonesia.

Pembahasan tentang masalah kesehatan ibu hamil, kondisi kesehatan dan gizi ibu hamil masih menjadi salah satu tantangan utama dalam mencapai target Millennium Development Goals (MDGs), terutama poin 4 (menurunkan angka kematian bayi) dan 5 (meningkatkan kesehatan ibu).

Nutritalk merupakan program rutin bulanan yang diselenggarakan oleh PT Sari Husada dalam upaya edukasi nutrisi dan kesehatan, untuk mempercepat pencapaian target tersebut, dibutuhkan sinergi yang kuat dari berbagai elemen masyarakat.

Pembicara Nutritalk bulan ini adalah, Diah Saminarsih, Utusan Khusus Presiden untuk MDGs, Dr Damar Pramusinto spOG (K) dari Divisi Fetomaternal RSCM/FKUI, dan Santio Juwita dari gerakan @selamatkanibu .

“Diskusi ini membahas seputar kesehatan wanita semasa hamil dari beragam perspektif baik dari sisi makro yang berkaitan dengan target Millenium Development Goals maupun dari sisi medis serta dari sisi inisiatif sektor non pemerintah,” kata Yeni Fatmawati, Corporate Affairs and Legal Director, Sari Husada, di Jakarta, Selasa (17/1/2012).

Nutrisi memang menjadi komponen terpenting yang harus diperhatikan untuk menghindari gangguan pada ibu hamil dan bayi. Proses tumbuh-kembang janin membutuhkan zat gizi lengkap sesuai dengan tahapan pertumbuhan yang sedang dijalaninya karena kebutuhan asupan zat gizi akan meningkat
sesuai dengan usia kehamilan.

“Komitmen kami menyediakan produk nutrisi terbaik dan terjangkau bagi ibu dan anak. Dalam waktu dekat kami akan meluncurkan sebuah produk nutria berkualitas untuk ibu hamil, tentunya dengan harga yang terjangkau. Diharapkan produk ini mampu berkontribusi dalam meningkatkan status gizi ibu hamil di Indonesia,” kata Arif Mujahidin Corporate Communication Manager Sari Husada.

Asisten Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs) Diah Saminarsih, dalam paparannya mengatakan bahwa kesehatan ibu (hamil dan menyusui) akan menjadi salah satu fokus perhatian Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs dalam empat tahun kedepan, bersama dengan masalah kemiskinan, gizi, serta akses terhadap air bersih.

“Pada masa transisi dimana Indonesia sedang bergerak menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang sedang berkembang di dunia serta menjadi lebih merata (egalitarian) dan transparan, ada beberapa pekerjaan yang masih harus dilakukan. Meningkatkan derajat wanita merupakan langkah penting dalam mengatasi kemiskinan. Keterkaitan antara status kesehatan, pendidikan dan status gizi serta meningkatnya kemiskinan diabaikan dan upaya mengatasi masalah-masalah ini akan memberi dampak tidak hanya kepada sektor lain namun juga berdampak terhadap status keadaan wanita secara umum,” papar Diah.

Dr. Damar Pramusinto, SpOG(K) menegaskan bahwa Gizi yang buruk pada saat persiapan kehamilan dan kehamilan, dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin dan akan berakibat buruk pada kesehatan janin di masa depan.

Beberapa masalah kesehatan pada Ibu hamil meliputi anemia saat hamil, anemia setelah melahirkan, pertambahan berat badan rendah serta Kekurangan Energi Kronis (KEK).

“Perlu digarisbawahi bahwa kondisi anemia dan KEK pada ibu hamil mempunyai dampak kesehatan terhadap ibu dan anak dalam kandungan, antara lain meningkatkan risiko bayi dengan asfiksia (gangguan pernapasan), berat badan lahir rendah, keguguran, kelahiran prematur hingga kematian ibu dan bayi. Selain itu, dua faktor ini juga menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan, partus lama, aborsi dan infeksi,” jelas Dr. Damar.

Sekitar 55% Angka Kematian Ibu (AKI) dikarenana pendarahan dan preeclampsia juga berkaitan erat dengan malnutrisi (gizi buruk semasa hamil).

“Ibu hamil malnutrisi, beresiko melahirkan bayi berat lahir rendah. yang
beresiko IQ rendah dan tumbuh kembang tidak optimal. Hal tersebut akan beresiko terhadap kelanjutan kualitas generasi berikutnya,” lanjut Dr Damar.

Ketidakseimbangan pola nutrisi pada ibu hamil ini salahsatunya disebabkan oleh kurangnya edukasi nutrisi yang memadai bagi ibu hamil dan juga tingkat perekonomian yang relatif rendah sehingga mempengaruhi kemampuan untuk menghasilkan atau mendapatkan bahan makanan yang mencukupi dan memiliki kualitas gizi yang baik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved