Breaking News:

Tidur Ngorok Berisiko Stroke dan Demensia

Tidur mendengkur atau ngorok bisa pertanda penyakit stroke atau demensia.

zoom-inlihat foto Tidur Ngorok Berisiko Stroke dan Demensia
Shutterstock
Tidur mendengkur atau mengorok.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendengkur telah lama dikaitkan dengan banyak penyakit jantung, pembuluh darah, dan stroke.

Kini, sekelompok peneliti dari Korea mencoba melihat hubungan antara ngorok, sleep apnea, dengan risiko stroke dan demensia lewat pengamatan pada perubahan substansia alba otak.

Suara dengkuran selama ini dianggap sebagai suara yang mengganggu. Namun, kenyataannya, ngorok bisa menjadi suatu tanda yang membahayakan. Bahaya tersebut adalah sebuah penyakit tidur bernama sleep apnea.

Sleep apnea artinya henti napas saat tidur yang mempunyai dua gejala utama, yaitu mendengkur dan kantuk berlebihan di siang hari.

Pada saat tidur, penderitanya mengalami penyempitan saluran napas hingga mengganggu aliran udara. Bahkan, walau gerak napas tetap ada, aliran udara terputus seolah tercekik dalam tidur. Akibat sesak, penderita akan terbangun singkat untuk bernapas. Namun, ia tak akan sadar jika sepanjang malam terbangun-bangun dari tidur.

Kadar oksigen pada tubuh akan turun dan naik selama tidur. Aktivitas simpatis juga meningkatkan kekentalan darah dan merusak dinding pembuluh darah. Kedua mekanisme ini yang diduga mengakibatkan perubahan pada struktur substansia alba di otak.

Penelitian

Penelitian yang diterbitkan pada jurnal kedokteran tidur SLEEP ini ingin melihat hubungan derajat keparahan mendengkur dengan perubahan pada struktur white matter/substansia alba otak. Perubahan pada substansia alba dikaitkan dengan berkembangnya stroke dan demensia.

Sebanyak 503 orang peserta diperiksa di laboratorium tidur untuk mengetahui derajat keparahan dengkuran/sleep apnea-nya. Para peserta, dengan berbagai derajat keparahan sleep apnea ini, diperiksa struktur otaknya dengan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI).

Keparahan sleep apnea dilihat dari indeks henti napas per jam apnea hypopnea index (AHI). AHI kurang dari lima dinyatakan normal, tak menderita sleep apnea. AHI 5-15 kali per jam merupakan sleep apnea ringan. AHI 16-30 sleep apnea sedang dan AHI lebih dari 30 kali per jam adalah sleep apnea yang berat.

Halaman
12
Tags
kesehatan
Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved