Konsultasi Gigi dan Mulut
Berapa Lama Merapikan Gigi Gingsul?
Saya ingin bertanya mengenai gigi gingsul saya.
Pertanyaan Pembaca Tribunnews.com:
Dokter Anastasia, Perkenalkan saya Lia, 21 tahun, mahasiswi universitas di Jakarta. Saya ingin bertanya mengenai gigi gingsul saya.
Saya memiliki satu gigi gingsul yang menjorok ke arah dalam. Posisinya di samping kanan depan rahang atas, sehingga saya tidak pernah merasa percaya diri saat tersenyum ke arah kanan ataupun saat tertawa lebar.
Apakah ada jenis operasi untuk memajukan gigi gingsul saya tersebut sehingga saya bisa mendapatkan susunan gigi-geligi yang rapi dalam waktu cepat, karena jika menggunakan kawat gigi membutuhkan waktu hingga beberapa tahun. Sedangkan saya ingin mengikuti kontes kecantikan yang mengharuskan saya bersusunan gigi rapi. Selain itu, adakah resiko kesehatan lain yang akan saya terima karenanya?
Atas jawaban Dokter, saya ucapkan banyak terima kasih. (Lia, 21 tahun)
Jawaban:
Dear Kak Lia,
Terimakasih atas pertanyaannya.
Perawatan kesehatan gigi-geligi serta rongga mulut kita memang tidak terbatas demi kesehatan fisik kita semata. Tetapi berkaitan langsung pula dengan aspek penampilan kita. Terlebih pada ajang kontes kecantikan seperti yang sedang akan Kak Lia ikuti dalam waktu dekat ini. Dalam kasus anomali fungsi dan estetikanya, untuk beberapa kondisi tertentu juga membutuhkan koreksi melalui tindakan bedah ortognatik.
Bedah ortognatik merupakan tindakan bedah yang dilakukan untuk membentuk rahang sedemikian rupa sehingga diperoleh bentuk rahang yang selaras, oleh seorang dokter gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial, untuk melakukan koreksi pada kasus kelainan kecil maupun besar dari tulang skeletal rahang penyebab terjadinya malaoklusi, yang kelak akan memperbaiki fungsi mengunyah, fungsi berbicara serta bernafas kita.
Selain dapat memperbaiki problem fungsional, bedah ortognatik juga dapat merubah penampilan wajah kita secara dramatis.. menjadi lebih ideal. Point yang dapat berpengaruh positif pada kehidupan dan penampilan kita, nantinya. Saya kira, point inilah yang menarik bagi Kakak, khan yea..
Nah, terkait hal tersebut, perlulah dipahami detail indikasi tindakan bedah ortognatik. Di antaranya sebagai berikut:
- Kesulitan berbicara/kelainan pengucapan.
- Gangguan mengunyah atau menggigit, dan kesulitan menelan.
- Kelainan sendi rahang yang menimbulkan sensasi rasa sakit pada sendi rahang, menyebabkan sakit kepala oleh karena problem sendi, dan tidak tepatnya posisi gigitan antar rahang atas dan bawahnya.
- Kondisi anomali dimana gigi-geligi depan tidak saling kontak dengan gigi antagonisnya.
- Gigitan terbuka. Terdapat celah antara gigi-geligi rahang atas dan bawah pada saat menggigit.
- Tinggi rahang atas yang lebih tinggi, sehingga bagian gusinya tampak lebih kelihatan dibanding giginya saat sedang tersenyum.
- Ketidak-seimbangan tampilan wajah dari depan maupun samping.
- Cidera wajah maupun kelainan sejak dilahirkan.
- Dagu berukuran kecil, sehingga secara proporsional kurang ideal.
- Dagu lebih panjang, sehingga rahang bawah terletak lebih maju dibandingkan rahang atas.
- Lebih besar dan lebih majunya posisi rahang atas dibanding rahang bawah, sehingga memunculkan penegangan otot bibir sedemikian rupa saat sedang mengatupkan bibir.
- Bernafas melalui mulut yang berkepanjangan sehingga menyebabkan mulut jadi kering, yang dapat berimbas meningkatnya kejadian karies gigi dan kelainan jaringan pendukung gigi.
- Ragam problem tidur semisal mendengkur, dll.
Nah, apakah yang Kak Lia alami sesuai dengan satu ataupun lebih point indikasi/peruntukan tindakan bedah ortognatik tersebut di atas?
Sebab jujur saja, terkait anomali posisi gigi-geligi yang sedang Kak Lia alami, karena datanya terbatas, saya pribadi belum dapat menentukan kepastian jenis anomalinya secara tepat. Saya membutuhkan pemeriksaan langsung secara fisik, foto profile, model cetakan, termasuk pemeriksaan foto Rontgen lengkap. Itulah mengapa menurut saya pribadi seyogyanya Kak Lia berkonsultasi langsung ke dokter gigi terdekat yang Kak Lia percayai terlebih dahulu, agar sang dokter dapat memastikan jenis kelainan serta memprediksi perawatan terbaik yang mungkin diperlukan.
Andai memungkinkan, sebaiknya langsung ke dokter gigi Spesialis Ortodontik, Kak.. Yang berkolaborasi dengan dokter gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial secara umum bisa segera menentukan apakah seseorang memerlukan koreksi rahang melalui tindakan bedah ortognatik ataukah hanya memerlukan perawatan ortodontik konvensional saja.
Sementara, bila diperlukan tindakan bedah, maka seorang Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial akan dapat menentukan pilihan teknik perawatan bedah ortognatik terbaik dalam melakukan perawatan terhadap seseorang, sesuai kasusnya. Dan, rencana perawatan dapat langsung disepakati dan dijadualkan.
Terkait tindakan bedah, kisaran waktu pelaksanaan prosedur bedah ortognatik tergantung pada kerumitan operasi yang diperlukan. Bisa memakan waktu satu jam hingga beberapa jam.
Dalam operasi rahang bawah, bagian rahang akan direposisi maju ataupun mundur sesuai tahap perencanaan perawatan yang telah dibuat. Dalam operasi rahang atas, rahang dapat direposisi maju, mundur, ataupun dapat dinaik-turunkan, sesuai perencanaannya.
Dalam hampir semua kasus, sayatan yang diperlukan untuk operasi jenis ini dibuat di dalam mulut. Tidak akan ada bekas luka eksternal terlihat. Itulah mengapa secara estetika sangat baik.
Suatu tindakan bedah ortognatik memerlukan kerja sama dengan seorang dokter gigi Spesialis Ortodontik karena diperlukan perawatan ortodontik sebelum maupun sesudah tindakan bedah ortognatik, yang secara menyeluruh dapat memerlukan waktu hingga beberapa tahun ke depan.
Nah, mengingat waktu yang diperlukan oleh Kak Lia konon relative singkat, maka ada beberapa alternative tindakan menurut saya pribadi bersama Sejawat Orthodontist senior saya, di antaranya sebagai berikut:
- Andai anomali yang dikeluhkan secara fungsional dan estetik hanyalah kondisi gingsulnya gigi tersebut, maka apabila ruang bagi sang gigi gingsul di lengkung giginya relative cukup bagi ukuran lebar mesio-distal sang gigi, dapat diupayakan pembuatan kantong gigi baru di lokasi tersebut melalui tindakan bedah, dengan upaya pemindahan gigi gingsul yang telah dicabut dan dirawat endodontic sebelumnya. Perawatan ini membutuhkan kolaborasi antara dokter gigi Spesialis Konservasi Gigi untuk perawatan endodontic, serta dokter gigi Spesialis Bedah Mulut untuk pembuatan kantong gigi baru, pencabutan gigi gingsul serta pemindahannya ke kantong gigi yang baru. Dengan tetap berkolaborasi dengan dokter Spesialis Ortodontik terkait reposisi sang gigi di lengkung idealnya.
- Andai anomali yang dikeluhkan secara fungsional dan estetik hanyalah kondisi gingsulnya gigi tersebut, maka apabila ruang bagi sang gigi gingsul di lengkung giginya relative sempit, maka dapat dibuatkan gigi tiruan yang secara prostetik memenuhi persyaratannya. Hal ini dapat diupayakan oleh dokter gigi Spesialis Prostodonti. Dan, gigi gingsul pun dicabut.
- Andai anomali yang dikeluhkan secara fungsional dan estetik hanyalah kondisi gingsulnya gigi tersebut, maka apabila jarak antara sang gigi gingsul dekat/rapat dengan gigi di depannya, maka secara prostetik dapat dibuatkan gigi tiruan yang menyatu dengan sang gigi gingsul tanpa perlu pencabutan gigi tersebut.
Demikianlah, Kak.semoga penjelasan saya di atas dapat dimengerti dengan jelas oleh Kakak. dan bermanfaat, yea.. Salam sehat dari saya untuk Kakak sekeluarga.
Oya, selamat mempersiapkan diri menghadapi ajang kontes kecantikan mendatang, yea Kak.. Semoga berhasil.
D-smile, 7 Mei 2013
Kontak Konsultasi Drg Anastasia Ririen
Bagi pembaca yang ingin melakukan konsultasi masalah dan mulut, silakan mengirimkan pertanyaan melalui email: dr_anastasia_ririen@yahoo.com. Semua jawaban akan ditayangkan di www.tribunnews.com
===========================