BKKBN : ‘Implan’ Efektif Digunakan dari pada Metode Sterilisasi

Implan merupakan salah satu alat kontrasepsi yang dinilai efektif dan bisa menjadi unggulan dalam mendukung program Keluarga Berencana,”

BKKBN : ‘Implan’ Efektif  Digunakan dari pada Metode Sterilisasi
BKKBN
Alat kontrasepsi Implan

 
TRIBUNNEWS.COM. JAKARTA --Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu solusi untuk mengendalikan ledakan penduduk dan menekan Angka Kematian Ibu (AKI). Namun, masih terdapat banyak hambatan dalam pelaksanaan program KB, terutama di daerah-daerah.

Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kematian ibu tahun 2012, yaitu 359/100.000 kelahiran hidup. Untuk itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional sedang menerapkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang dinilai jauh lebih efektif dalam menekan angka kelahiran melalui penggunaan alat kontrasepsi implan.

“Implan merupakan salah satu alat kontrasepsi yang dinilai efektif dan bisa menjadi unggulan dalam mendukung program Keluarga Berencana,” kata dr. Julianto Witjaksono, SPoG, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/6).

Julianto menjelaskan dibandingkan dengan sterilisasi (tubektomi), pemakaian implan efektif untuk mencegah kehamilan dengan minim tingkat kegagalan pemakaian pada wanita. “ Dari 100 wanita yang menggunakan pemasangan implan, kegagalan hanya mencapai 0,05 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut Julianto menungkapkan  saat ini sudah tersedia implan dalam bentuk satu batang sehingga lebih praktis. Kontrasepsi berbentuk batang berukuran kurang dari 3 cm ini akan dimasukkan ke kulit bagian dalam lengan untuk mencegah kehamilan selama tiga tahun.

“Jika di-implankan secara benar, metode kontrasepsi implan ini memiliki efektivitas sampai 99 persen dengan tingkat kegagalan hanya 1 dari 100 wanita yang menggunakannya,” ungkapnya.

Menurutnya, implan alat kontrasepsi yang praktis dan efektif. Dengan implan tidak ada lagi faktor lupa dan sangat cocok untuk wanita yang tak bisa menerima asupan hormon esterogen tambahan. Alat kontrasepsi implan satu batang sama efektif dengan IUD atau spiral.

“Ini adalah salah satu metode kontrasepsi efektif jangka panjang, implant efektif mencegah kehamilan selama tiga tahun. Tingkat kegagalan lebih sedikit dibanding IUD. Sementara alat KB berupa pil dan suntikan sifatnya jangka pendek dan kerap gagal, karena faktor lupa,” ungkapnya

Karena itulah, sambung Julianto, setiap ibu yang baru melahirkan kini diarahkan untuk memilih kontrasepsi jangka panjang seperti IUD atau implan. Kontrasepsi ini praktis dan memiliki efektivitas cukup tinggi.

Senada hal itu, menurut Prof. Biran Affandi, Sp.OG, anggota Dewan Kontrasepsi Asia Pasifik (Asia Pacific Council on Contraception) penggunaan kontrasepsi dapat membantu mengatur pendapatan keluarga dengan menjarangkan kehamilan dan membuka jalan bagi kaum wanita untuk bekerja.

"Dengan alat kontrasepsi juga terbukti angka kematian ibu dan bayi lebih rendah dengan menjaga jarak kelahiran dan menentukan jumlah anak yang akan dilahirkan. Saat ini jumlah kematian ibu di Indonesia masih tertinggi se-ASEAN," katanya.

Penggunaan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, implant, vasektomi dan tubektomi harus lebih banyak digalakkan. Kontrasepsi yang bersifat jangka panjang ini adalah kebutuhan utama untuk menekan laju pertambahan penduduk.

Sementara itu, menurut data yang dilansir BKKBN tahun 2013 dalam program kampanye penyelamatan ibu hamil, secara nasional pengguna implan menempati sekitar 8,5%, direncanakan bakal ditingkatkan lagi menjadi 19,8 % ditahun 2014 untuk mengurangi penggunaan kontrasepsi jangka pendek yang lebih beresiko untuk mengatur kehamilan.

Untuk implan pemerintah saat ini menjalankan program implan satu batang di 10 daerah percontohan, yakni Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Lampung, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. (*)

Tags
BKKBN
Editor: Budi Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved