Kepala Peyang Bisa Menimbulkan Masalah untuk Bayi

Nasihat, bayi sebaiknya tidak terlalu sering tidur telentang, karena akan membuat bentuk kepalanya menjadi datar atau peyang ada benarnya.

TRIBUNNEWS.COM - Mungkin Anda sudah sering mendengar nasihat, bayi sebaiknya tidak terlalu sering tidur telentang, karena akan membuat bentuk kepalanya menjadi datar, atau "peyang.

Nah, kondisi inilah yang disebut sebagai sindroma kepala datar pada bayi . Ternyata, sindroma ini dapat menimbulkan masalah lebih lanjut pada bayi.

Sindroma kepala datar atau flat head syndrome  adalah kondisi yang timbul karena posisi kepala di satu sisi yang terlalu lama. Ada dua jenis sindroma kepala datar yang termasuk di dalamnya, yakni Plagiocephaly dan Tortikolis. Yang dimaksud dengan kedua jenis sindroma ini adalah:

1.  Plagiochepaly adalah perataan pada tengkorak bayi. Terjadi akibat distorsi asimetris tulang kepala atau merata di satu sisi kepala. Hal ini biasanya disebabkan lantaran posisi bayi terlalu sering telentang di satu sisi yang terlalu lama.

2. Tortikolis adalah ketidakseimbangan pada otot leher. Biasanya ditandai dengan nyeri yang hilang timbul atau kejang yang terus-menerus pada otot-otot leher bayi, sehingga mendorong kepalanya sering berputar dan miring ke depan, ke belakang, atau ke samping.

Selain membuat bentuk kepala bayi jadi tidak indah, dalam jangka panjang sindroma kepala datar ini dapat berpengaruh kepada kemampuan penglihatan, pendengaran, kognitif, dan keterlambatan motorik bayi.

Perlu diketahui pula, jenis sindroma Plagiocephaly dan Tortikolis ini berkembang sangat cepat. Banyak bayi kemudian dapat menderita masalah yang signifikan di usia 2 bulan. Insiden sindroma kepala datar  ini pun semakin meningkat dan kini diderita oleh perkiraan 48 persen bayi di usia 5 bulan, berdasarkan data dari Departemen Kesehatan di Amerika Serikat. (Tabloidnova.com/Intan Y. Septiani/Bloom & Grow Asia)

Tags
bayi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved