Breaking News:

Sungguh Mengejutkan, Ternyata Segini Jumlah Penderita HIV di Indonesia

Jumlah ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) yang saat ini menerima terapi pengobatan Anti Retro Viral (ARV) baru sekitar 8% atau sekitar 65.825 orang

net
Ilustrasi HIV/AIDS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan permodelan yang dikeluarkan oleh badan PBB untuk HIV dan AIDS yaitu UNAIDS, di Indonesia terdapat 690 ribu penduduk yang sebenarnya telah terinfeksi HIV.

Namun, dari jumlah ini angka orang yang mengetahui status HIV-nya masih kecil sekali yaitu baru sekitar 30 persen.

Dari angka estimasi tersebut, data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan juga menunjukkan bahwa jumlah ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) yang saat ini menerima terapi pengobatan Anti Retro Viral (ARV) baru sekitar 8% atau sekitar 65.825 ODHA.

Ini adalah angka yang paling kecil diantara negara-negara di region Asia Pacific.

LSM Indonesia AIDS Coalition (IAC), sebagai mitra pemerintah dalam mengerjakan program penanggulangan AIDS, mendorong pemerintah melipatgandakan upayanya dalam mendorong setiap warganegara untuk menjalani tes HIV dan sedini mungkin mengakses pengobatan ARV bagi orang yang telah terinfeksi virus ini.

“Angka 8% adalah sebuah angka yang menjadi alarm bagi bangsa kita. Jika pemerintah tidak sesegera mungkin meningkatkan angka cakupan ini, maka Indonesia akan menjadi negara yang paling tertinggal dalam upaya pengendalian epidemic AIDS di wilayah Asia dan Pacific," kata Aditya Wardhana, Direktur Eksekutif LSM Indonesia AIDS Coalition (IAC) dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/12/2016).

Tidak bisa dipungkiri bahwa pemberian subsidi bagi pengobatan ARV kepada setiap ODHA yang membutuhkan, telah turut menyumbang kontribusi yang besar bagi menurunnya angka kematian pada ODHA yang disebabkan infeksi virus HIV ini.

ODHA yang mendapatkan pengobatan ARV yang berkualitas telah terbukti tidak akan menularkan penyakitnya kepada orang lain.

"Hal ini diperkuat dengan hasil banyak studi internasional yang telah dipublikasikan secara meluas bahwa obat ARV juga berperan sebagai alat pencegahan yang paling efektif," katanya.

ARV selain bermanfaat bagi ODHA, juga akan bermanfaat bagi pengendalian infeksi dan penularan penyakit ini karena  memberikan subsidi penuh bagi obat ARV serta memastikan bahwa akses kepada obat ARV ini bisa tersedia secara merata di seluruh pelosok Indonesia.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved