Paling Pas Menyunat Anak Laki-laki Itu Usia 6 Bulan, Ini Alasan Medisnya

Bila melakukan tindakan sunat lebih baik saat masih bayi tepatnya pada usia 6 bulan, bukan ketika SD atau SMP. Mengapa?

Paling Pas Menyunat Anak Laki-laki Itu Usia 6 Bulan, Ini Alasan Medisnya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Seorang anak menahan sakit saat disunat di acara sunatan massal di kantor pusat Bank DKI, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2015). Acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun ke 54 Bank DKI ini, juga diadakan donor darah, pengobatan gratis, dan pemberian kacamata gratis untuk lansia. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM - Sunat merupakan tindakan bedah yang tertua dan paling sering dilakukan di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia.

Tindakan medis ini dilakukan bukan sekadar memenuhi kewajiban untuk satu golongan saja, melainkan karena direkomendasikan oleh sejumlah pakar untuk kesehatan alat kelamin pria yakni penis.

Sebab dari sisi kesehatan sunat diketahui mampu menurunkan risiko penularan penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS dan juga risiko akan fimosis, parafimosis, infeksi lauran kemih berulang pada anak, balanitis, postitis, chordee, epispadia dan hipospadia.

Maka, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan alat kelaminnya setiap pria diwajibkan melakukan sunat. Lebih lanjut, manfaat sunat untuk beragam usia ini dijelaskan oleh dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS.

Ia menerangkan sunat dari segi medis untuk anak-anak lebih mudah dilakukan, karena kulup masih tergolong elastis, jadi memudahkan dokter saat melakukan tindakan.

Berbeda dengan sunat dewasa yang memiliki kesulitan lebih tinggi, dalam proses penyembuhannya pun juga tergantung faktor usia.

"Sunat dewasa dan anak-anak sunatnya berbeda. Kalau dewasa ada ereksi, sedangkan anak-anak tidak ada, walau sekalinya ada ereksi tapi tidak keras. Dari persiapan pun relatif sama, kalau dewasa tidak perlu cek kesehatan kecuali ada penyakit diabetes atau pernah kena hepatitis atau HIV itu ada persiapan khusus dari tim medis," ungkap dr. Mahdian dalam acara Rumah Sunatan di kawasan Tebet Jakarta Selatan.

Ia pun menyarankan bila melakukan tindakan sunat lebih baik saat masih bayi tepatnya pada usia 6 bulan, bukan ketika SD atau SMP.

"Kalau pendapat saya usia bayi 6 bulan baiknya sudah disunat," jelasnya. Berikut ini 3 alasan yang ia jelaskan mengapa bayi usia 6 bulan sebaiknya sudah harus disunat?

1. Fimosis terjadi pada 40 persen bayi baru lahir

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tabloidnova.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved