Breaking News:

Tak Hanya Cantik, Tnaman Hias Berbentuk Kalelawar Ini Simpan Khasiat untuk Obati Kanker

Tanaman yang menyerupai kalelawar ini biasa digunakan sebagai salah satu terapi penyembuhan kanker karena bersifat racun terhadap kanker.

Humas IPB
Tanaman yang menyerupai kalelawar ini biasa digunakan sebagai salah satu terapi penyembuhan kanker karena bersifat cytotoxic (bersifat racun terhadap suatu sel) terhadap sel kanker. 

TRIBUNNEWS..COM - Orang mungkin kurang familiar dengan tanaman hias yang satu ini.

Selain untuk keindahan, tanaman bernama kalelawar hitam ini ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan.

Tanaman yang menyerupai kalelawar ini biasa digunakan sebagai salah satu terapi penyembuhan kanker karena bersifat cytotoxic (bersifat racun terhadap suatu sel) terhadap sel kanker.

Tertarik akan potensi tanaman kelelawar hitam menggerakan sekelompok mahasiswa Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Faperta IPB) yang terdiri atas Rahayu Ning Janati, Rezky Yuanikha Nur Sushanty, Nikko Rizky Ajisyahputra, Rizkiya Hani untuk ikut berpartisipasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) 2017.

Penelitian yang diusung yakni konservasi in vitro kelelawar hitam sebagai penghasil zat anti kanker.

“Kelompok kami melakukan budidaya kultur in vitro, karena dapat menghasilkan perbanyakan tanaman dari tanaman secara terbatas dan dengan waktu yang cepat,” terang Rahayu Ning Janati selaku Ketua Tim PKMP.

Lanjutnya, penelitian yang dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Departemen Agronomi dan Hortikulutura IPB ini membudidayakan tanaman kelelawar hitam yang dipasok dari Kalimantan dengan metode kultur jaringan.

Kultur jaringan sendiri merupakan metode mengisolasi bagian dari suatu tanaman yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik sehingga tumbuhan dapat tumbuh menjadi lengkap kembali.

Pada penelitian ini digunakan benih tua dan muda untuk percobaan 1 dan menggunakan potongan daun kelelawar hitam untuk percobaan dengan bantuan zat pengatur tumbuh auksin dan sitokinin.

Hingga pada akhirnya dilakukan analisis senyawa anti kanker.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved