Breaking News:

Wabah Difteri

Bio Farma Siapkan Pasokan Vaksin Difteri Berkualitas

Bio Farma sebagai BUMN penghasil vaksin, sangat memprioritaskan kebutuhan vaksin dalam negeri.

SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Ekspresi murid kelas I saat diimunisasi vaksin Difteri Tetanus (DT) oleh petugas medis di SDN 2 Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (8/10/2015). Pemberian imunisasi dalam Bulan Imunisasi Nasional ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi angka penderita suatu penyakit yang membahayakan. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bio Farma sebagai BUMN penghasil vaksin, sangat memprioritaskan kebutuhan vaksin dalam negeri.

Dengan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri, dalam beberapa minggu terakhir, Bio Farma melakukan kebijakan untuk menelaah kembali permintaan ekspor vaksin difteri melalui UNICEF untuk negara berkembang, dengan merelokasi sementara waktu.

Baca: Sandiaga: Kami Tidak Ingin Video Rapat Jadi Sarana Saling Ejek

Hal itu guna memenuhi permintaan vaksin difteri dalam negeri, ungkap Bambang Heriyanto, Corporate Secretary Bio Farma.

Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan RI, telah melakukan penanggulangan segera untuk memutuskan penularan, menurunkan jumlah kasus difteri, dan pencegahan, agar penyakit tersebut tidak semakin meluas melalui tindakan Outbreak Response Immunization (ORI) di tiga provinsi di Indonesia yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, dengan vaksin yang mengandung Difteri.

“Kami, memiliki pasokan vaksin dengan kandungan difteri yaitu ; DTP-HB-Hib (Difteri Tetanus Pertusis – Hepatitis B – Haemophylus Influenza Type B) untuk anak usia 1 – 5 tahun, DT (Difteri Tetanus) untuk anak usia 5 – 7 tahun dan Td (Tetanus Difteri) untuk anak usia 7 – 19 tahun," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Selasa (12/12/2017).

Baca: Polisi Lepaskan Tembakan 5 Kali Saat Warga Ingin Pukuli Terduga Pemerkosa Anak

Vaksin – vaksin tersebut, diberikan untuk pencegahan penyakit difteri, sedangkan untuk penderita difteri, Bio Farma akan menyiapkan Anti Difteri Serum (ADS).

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap mutu vaksin buatan Bio Farma, karena produk yang dihasilkan melalui pengawasan kualitas yang ketat, dan sistem rantai dingin (cold chain system) dengan teknologi Vaccine Vial Monitor (VVM) untuk menjamin vaksin berkualitas, aman dan efektif," kata Bambang.

Pada 5 – 7 Desember 2017, telah diselenggarakan pertemuan Tingkat Menteri Kesehatan Negara – negara Islam) di Jeddah Arab saudi.

Hasil pertemuan tersebut, Indonesia dinyatakan sebagai Centre of Excellence (Pusat Penelitian Bersama) untuk bidang vaksin dan Bioteknologi.

Sebelum dinyatakan sebagai Centre of Excellence, Bio Farma sudah terlebih dahulu mengeskpor produk – produk vaksinnya termasuk vaksin yang mengandung difteri ke negara – negara Islam.

Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved