Menganal Trigeminal Neuralgia, Nyeri Wajah yang Menyiksa

Nyeri trigeminal terjadi ketika ada kontak antara pembuluh darah arteri atau vena dengan saraf trigeminal

Menganal Trigeminal Neuralgia, Nyeri Wajah yang Menyiksa
istimewa
dr Mahdian Nur Nasution SpBS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA Trigeminal neuralgia oleh tenaga kesehatan juga sering disebut douloureux, dimana terjadi gangguan pada saraf trigeminal di daerah wajah pasien.

Nyeri trigeminal terjadi ketika ada kontak antara pembuluh darah arteri atau vena dengan saraf trigeminal. Kontak inilah yang kemudian menekan saraf dan menyebabkan gangguan fungsi.

Trigeminal neuralgia dapat terjadi akibat adanya proses penuaan, atau dapat dikaitkan dengan sklerosis multipel atau penyakit sejenis yang menyebabkan kerusakan selubung mielin yang berfungsi melindungi saraf.

Trigeminal neuralgia merupakan sebuah kondisi medis dimana terjadi nyeri yang bersifat kronik (lebih dari 3 bulan) yang bersumber dari gangguan pada saraf trigeminal sehingga menyebabkan sensasi rasa nyeri di bagian wajah.

Saat Anda mengalami kondisi ini, stimulasi kecil di wajah seperti sentuhan, tersenyum atau aktivitas sehari-hari seperti menyikat gigi bahkan mengaplikasikan make up/ bersolek  di daerah wajah, akan mencetuskan terjadinya rasa sakit yang luar biasa.

dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, Pakar Nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, gejala awal yang sering terjadi pada pasien dengan trigeminal neuralgia adalah nyeri di wajah yang terjadi secara sepontan, dalam waktu yang singkat.

Namun kondisi ini, lama kelamaan bisa berkembang lebih berat, dari sisi nyeri yang dialami pasien dan juga waktu serta intensitas munculnya nyeri.

Baca: Raih AMI Awards 2018, Gerald Situmorang Terima Ucapan Selamat dari Personel Barasuara

"Dari kepustakaan yang ada disebutkan bahwa nyeri trigeminal neuralgia lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria, dengan risiko meningkat pada mereka usia lanjut diatas 50 tahun," kata Mahdian, Kamis (27/9/2018).

Dikatakannya, seiring berkembangnya teknologi kedokteran saat ini, ada beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan untuk pasien trigeminal neuralgia, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien karena terbebas dari rasa sakit.

Pilihan terapi yang dimaksud meliputi pemberian obat-obatan, suntikan dan operasi serta teknologi minimally invasive seperti radiofrekuensi ablasi.

Halaman
1234
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved