Dokter Ungkap Kisah Pasien yang Penyakitnya Semakin Parah Setelah Termakan Info Hoax Kesehatan

Seiring berkembangnya teknologi, masyarakat semakin mudah mengakses berita dan informasi lainnya di dunia maya.

Dokter Ungkap Kisah Pasien yang Penyakitnya Semakin Parah Setelah Termakan Info Hoax Kesehatan
IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seiring berkembangnya teknologi, masyarakat semakin mudah mengakses berita dan informasi lainnya di dunia maya.

Namun, hal ini bisa dimanfaatkan orang-orang yang tak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita palsu atau hoaks.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito Anggarino Damay mengatakan, hoaks tak hanya beredar untuk isu-isu politik, tapi juga untuk segala hal termasuk kesehatan.

Dokter sekaligus host acara "Ayo Hidup Sehat" ini menceritakan pengalaman buruk yang diderita salah satunya pasiennya akibat termakan mitos soal penyakit jantung.

"Saya pernah hadapi pasien sudah didiagnosis ada penyempitan pembuluh darah dan harus pasang ring. Tapi beliau nolak kata tetangganya bisa sembuh sendiri minum rebusan daun air salam," ceritanya saat jadi pembicara di seminar Hari Jantung Dunia di Yayasan Jantung Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

"Beberap bulan setelah itu datang lagi dengan sejumlah keluhan. Saya bilang 'iya sekarang sudah terbebas tak perlu pasang ring, cuma sekarang harus di by pass.' Artinya jadi tambah parah kan," lanjutnya.

Cerita itu dijadikan contoh bahwa pasien bisa dirugikan bila hanya percaya kata orang lain tanpa mencari tahu khasiat dan efektivitas suatu metode pengobatan.

"Saya bukannya anti obat herbal. Orang boleh saja konsumsi itu, tapi jangan sampai menggantikan obat secara standarisasi ampuh obati penyakit tertentu," tuturnya.

Vito menyarankan agar masyarakat tidak serta merta menyerap informasi yang tersedia di dunia maya.

Masyarakat perlu mencari tahu kebenaran sebuah informasi, tertama soal kesehatan. Mengikuti informasi yang tidak tepat justru bisa mengurangi kemungkinan pasien sembuh bahkan memperparah penyakit yang diderita.

"Masyarakat gampang menyerap berita apapun tanpa disaring. Karena orang Indonesia hatinya baik, jadi begitu dengar info langsung disebarkan. Makanya untuk lawan hoaks, kita sebarkan faktanya yang benar untuk counter itu," ujar dokter yang berpraktik di RS Siloam itu.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved