Pelajar Sekolah Umum Memiliki Risiko Problema Emosional Tiga Kali Lipat daripada Sekolah Kejuruan

Data WHO menyebutkan gangguan kejiwaan di era sekarang ini sudah dimulai pada usia 14 tahun (usia remaja).

Pelajar Sekolah Umum Memiliki Risiko Problema Emosional Tiga Kali Lipat daripada Sekolah Kejuruan
Tribunnews.com/Gita Irawan
Nova Riyanti Yusuf 

Data  WHO menyebutkan gangguan kejiwaan di era sekarang ini sudah dimulai pada usia 14 tahun (usia remaja).

Saat ini sudah menjadi trend remaja terjangkiti gangguan kesehatan jiwa, dengan kategori, ringan, sedang dan berat.

Depresi, gelisah, stres, perubahan suasana hati atau bete, sangat umum dialami remaja.

Usia muda sudah mulai stres seiring dengan dinamika sosial dan tekanan dari lingkungan sekitar. Banyak orang menganggap stres bukanlah penyakit sehingga tidak perlu diobati.

Padahal stres sebagai gejala awal gangguan kesehatan jiwa, bila individu tidak bisa mengelolanya lama-lama akan menjadi depresi (tingkat lebih berat).

Munculnya gangguan kesehatan jiwa pada usia muda ini sangat dipengaruhi lingkungan sosial.

Dari hasil penelitian menyebutkan faktor kemiskinan, menikah muda, hamil di luar nikah, mendapatkan perlakuan diskriminatif, stigma, bullying, kekerasan dalam rumah tangga, putus asa, dan sebagainya bisa memicu anak-anak susah mengendalikan emosi.

Bahkan yang umum dialami remaja apabila mengalami stres adalah gampang sakit perut, diare, takut berlebihan (phobia), hingga gangguan makan (eating disorder).

Namun hal itu sering dianggap oleh orangtua bukan sebagai ancaman kesehatan jiwa.

Semenatara dalam diskusi terbatas ini juga dibahas masalah penanganan psikososial korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved