Stres Berkepanjangan Bisa Timbulkan Kanker Rongga Mulut

Pasien yang menderita gangguan ini dipicu stres permasalahan pribadi yang dipikirkan selama setahun, bukan cuma stres yang sehari-hari

Stres Berkepanjangan Bisa Timbulkan Kanker Rongga Mulut
www.naukrigulf.com
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Stres yang terus menerus ternyata dapat memicu timbulnya sejumlah penyakit diantaranya kanker rongga mulut.

Drg Sri Hananto Seno, Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia menceritakan ada seorang pasiennya yang tidak memiliki gen kanker, tidak memiliki gejala awal tapi terkena kanker rongga mulut.

Setelah mengalami tindakan seperti operasi pengangkatan kanker si pasien pun belum juga sembuh, ternyata setelah diperdalam pasien memiliki permasalahan dengan keluarganya yang memicu sel kanker menjadi lebih aktif.

“Stres bisa sebabkan kanker rongga mulut itu ada. Ada pasien yang karena permasalahan pribadi yang dipikirkan selama setahun. Bukan cuma stres yang sehari-hari karena putus cinta tapi stres yang lama,” ungkap Drg. Seno saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/12/2018).

Namun memang hanya beberapa orang yang menderita kanker rongga mulut akibat stres, Drg. Seno menyebut yang paling banyak tetap dikarenakan merokok, gemar mengonsumsi alkohol dan studi terbaru karena sering mengonsumsi sirih.

“Persentase yang merokok di Indonesia naik terus apalagi anak muda yang katanya sedang mencari jati diri padahal berbahaya,” kata Drg. Seno.

Baca: Deretan Golongan Darah yang Gampang Terkena Stres hingga Kanker

Kemudian beberapa hal lainnya yang menyebabkan kanker rongga mulut adalah faktor keturunan, banyak mengonsumi makanan pengawet, dan makanan yang di bakar, hingga bahan penyedap.

Bisa juga karena terserang virus lain yang dapat mengaktifkan sel kanker, radiasi sinar UV, polusi hingga zat pewarna.

Sedangkan kanker rongga mukut bisa dideteksi dengan luka di mulut yang tidak kunjung sembuh, perubahan warna mulut, benjolan yang tidak lazim terutama di pinggir lidah, hingga gigi goyang yang tidak ada sebabnya.

“Kadang-kadang ditemukan gigi goyang tanpa sebab itu akan tumbuh kanker antara gigi dan tulang,” pungkas Drg. Seno.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved