Hasil Penelitian: Nafsu Makan Warga Perkotaan Justru Melonjak ketika Alami Stres

Psikolog dari LightHOUSE, Tara de Thouars mengungkapkan, emotional eating merupakan kondisi di mana makan dipilih sebagai cara untuk mengatasi stres.

Hasil Penelitian: Nafsu Makan Warga Perkotaan Justru Melonjak ketika Alami Stres
ISTIMEWA
Kehilangan nafsu makan merupakan satu dari 10 tanda-tanda yang berpotensi munculnya serangan kanker di tubuh yang perlu diwaspadai. 

Tara mengingatkan, ia tak mempermasalahkan jika makan dianggap sebagai penenang ketika stres, selama tidak berlebihan. 

Data dari American Psychological Association, menyebutkan 38% orang dewasa mengaku bahwa saat mereka mengonsumsi makanan tidak sehat secara berlebihan karena munculnya stres, separuhnya merasa menyesal kemudian.  

Emotional eating memiliki beberapa tanda yang bisa kita kenali, seperti secara tiba-tiba muncul keinginan makan makanan yang spesifik, atau cenderung makan lebih dari biasanya tapi setelahnya kita merasa bersalah. 

"Ketika kita makan dalam kondisi yang sebenarnya sedang tidak lapar, tubuh kita sebenarnya sedang tidak membutuhkan kalori. Bila kondisi ini terus berulang, maka kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak dan dapat menyebabkan obesitas," kata Manager Program Klinik LightHOUSE Vera Yudhi H. Napitupulu.  

"Sedangkan obesitas sendiri berpotensi mengakibatkan berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, sakit sendi, dan penyakit empedu."

Laporan: Kahfo Dirga Cahya

Artikel ini tayang sebelumnya di Kompas.com dengan judul: Awas, Stres Picu Emotional Eating

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved