Perempuan Tergemuk di Kalteng

Sepekan Usai Operasi Pengecilan Lambung, Titi Wati Kembali ke Rumah, Masih Diangkut oleh 20 Orang

Senin (21/1/2019) sore pukul 17.00 wib, Titi Wati dipulangkan ke G Obos XXV Gg Bima, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya, Kalteng.

Sepekan Usai Operasi Pengecilan Lambung, Titi Wati Kembali ke Rumah, Masih Diangkut oleh 20 Orang
tribunkalteng.co/fathurahman
Kondisi terkini pasien obesitas Titi Wati (37) prapemulangan dari rumah sakit ke rumahnya. Herlina anaknya saat menyuapi Titi Wati. 

TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Sepekan sudah Titi Wati (37) wanita tergemuk di Kaltang penderita obesitas dengan bobot 220 kg menjalani operasi Bariatrik atau pengecilan lambung. Ia pun kembali ke rumahnya.

Senin (21/1/2019) sore pukul 17.00 wib, Titi Wati dipulangkan ke G Obos XXV Gg Bima, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Bagaimana prosesnya?

Titi di Ruang Rawat Inap RS Doris Sylvanus Palangkaraya. TRIBUN KALTENG/FATHURAHMAN
Titi di Ruang Rawat Inap RS Doris Sylvanus Palangkaraya. TRIBUN KALTENG/FATHURAHMAN (Tribun Kalteng/Faturahman)

Sama saat mengevakuasi ke Rumah Sakit jelang operasi, pemulangan Titi, dari Rumah Sakit RS Doris Sylvanus Palangkaraya, dilakukan, menggunakan mobil pikap.

Proses pe

Baca: Mengenal Operasi Batriartik, Pemotongan Lambung Agar Berat Badan 220 Kg Titi Wati Kembali Normal

mindahan ini disaksikan banyak warga.

Titi masih harus dibantu oleh 20 orang petugas.yang menggotongnya dengan tandu. Sama persis saat Titi Wati dibawa ke RSUD Dori Sylvanus.

Sampai di rumahnya di Jalan G Obos XXV, Titi juga masih melewati jendela yang sebelumnya dibongkar agar badannya bisa masuk ke dalam rumah kontrakannya tersebut.

Titi Wati pun menempati lokasi semula di kamar depan sebagai tempatnya beristirahat.

Baca: Setelah Dioperasi, Titi Wati Merasa Nyaman Bergerak

Sementara itu, Wakil Direktur RS Doris Sylvanus Palangkaraya, dr Theodorus Sapta Atmadja, mengatakan, pihaknya tetap akan memantau kondisi Titi saat berada di rumah dengan mengirim sejumlah dokter yang menanganinya sebelumnya.

"Semua dokter akan secara berkala datang ke rumah Ibu Titi, seminggu dua kali, dokter itu,yakni dokter bedah, ahli gizi, dokter anastesi, dan lainnya yang datang secara bergantian untuk terus memantau kondisi Titi, selama di rawat di rumahnya untuk penurunan berat badan," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved