Deteksi Dini Mengetahui Faktor Risiko Kematian Ibu Hamil Menggunakan TeleCTG

Sehati TeleCTG mulai diimplementasikan oleh 14 Bidan di 14 Puskesmas di Kabupaten Kupang pada tanggal 9 Desember 2018

Deteksi Dini Mengetahui Faktor Risiko Kematian Ibu Hamil Menggunakan TeleCTG
istimewa
Ibu hamil dan bidan di Kupang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Produk bernama TeleCTG diciptakan untuk memperbaiki sistem pencatatan dan rujukan ibu hamil melalui monitoring yang dilakukan oleh kader dan bidan.

TeleCTG ini berfungsi untuk mengetahui detak jantung bayi, pergerakan bayi dan kontraksi ibu hamil.

Sebagai perangkat telemedicine,TeleCTG menjadi alat medis yang terjangkau berbeda dengan CTG konvensional yang harganya sudah diatas Rp 100 juta.

Alat ini portabel sehingga mudah dibawa ke daerah terpencil dan cara pengoperasiannya pun relatif mudah.

Penerapan perangkat TeleCTG dilakukan secara simultan dengan pemberian informasi dan edukasi serta pendampingan ibu melalui aplikasi Ibu Sehati dan Bidan Sehati yang dapat difungsikan sebagai buku KIA elektronik, demi tercapainya program 1000 HPK..

Dr. Ari Waluyo, SpOG, CEO dan Founder Sehati TeleCTG, menjelaskan ekosistem Sehati TeleCTG mulai diimplementasikan oleh 14 Bidan di 14 Puskesmas di Kabupaten Kupang pada tanggal 9 Desember 2018.

“Melihat situasi dan kondisi di Indonesia, kami menggunakan pendekatan Telehealth. Kami membangun ekosistem untuk memperluas upaya promotif dan preventif melalui telemedicine dan pemberdayaan sumber daya manusia menggunakan teknologi," katanya.

Ari juga menambahkan bahwa implementasi ekosistem Sehati TeleCTG melalui peran serta 14 Bidan di 14 Puskesmas di Kabupaten Kupang ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup dan kualitas kesehatan di wilayah tersebut.

“Kami ingin menyediakan akses terhadap pelayanan kesehatan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, khususnya selama 1000 HPK," katanya.

Pemeriksaan kehamilan yang lebih baik dilakukan dengan menerapkan ekosistem Sehati TeleCTG dengan tujuan akhir terjadinya deteksi dini faktor risiko pada ibu hamil sebagai salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Stunting yang masih tinggi di Indonesia.

"Setelah mengikuti program ini, diharapkan ibu hamil, bidan dan kader menyadari pentingnya merawat kehamilan sebagai bagian penting dari kesuksesan 1000 HPK melalui penguatan pemeriksaan kesehatan janin dan penguasaan teknologi ekosistem Sehati TeleCTG," katanya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved