Operasi Bariatrik Bukan Peluru Emas untuk Turunkan Berat Badan Penderita Obesitas Seperti Titi Wati

Meski mampu menurunkan bobot tubuh dengan cepat, bedah bariatrik bukanlah ‘peluru emas’ untuk penderita obesitas seperti Titi Wati.

Operasi Bariatrik Bukan Peluru Emas untuk Turunkan Berat Badan Penderita Obesitas Seperti Titi Wati
kolase/facebook Tribun Kalteng
Hampir sebulan Titi Wati, perempuan tergemuk di Kalteng yang memiliki bobot hingga 220 kilogram usai menjalani operasi Bariatrik atau pengecilan lambung. Begini kondisinya sekarang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Orang gemuk dianggap punya "gudang" lemak. Tapi sebenarnya artinya lebih luas.

Tidak hanya punya banyak lemak, gemuk bisa diartikan juga ‘gudangnya’ penyakit.

Seseorang yang obesitas dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit lain.

Sebut saja tingginya kadar kolesterol, diabetes mellitus, hipertensi, dan ganguan vascular.

Belum lagi gangguan motorik akibat kegemukan.

Awal tahun lalu, sempat viral di media sosial, Titi Wati (37), asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Ibu satu anak ini memiliki bobot hingga 220 kilogram. Ia hanya bisa memiringkan sedikit badannya saja.

Bahkan untuk makan, apalagi mandi harus dibantu. Sehari-hari hanya bisa tiduran saja.

Kadar gula darahnya juga tinggi, dan sudah masuk menderita diabetes mellitus, yakni 400 mg/dl. Padahal normalnya kadar gula darah 140 mg/dl.

Titi Wati merupakan salah satu contoh obesitas morbid, yakni berat badan berlebih dengan IMT (Indeks Massa Tubuh) lebih dari 37,5.

Halaman
1234
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved