Populasi Pelaku LGBT Terbanyak Berada di Sumatera Barat

Kabar terbaru, jumlah atau populasi pelaku LGBT terbanyak di Indonesia berada di Sumatera Barat dan disebut mencapai 18.000 orang.

Populasi Pelaku LGBT Terbanyak Berada di Sumatera Barat
SERAMBI/M ANSHAR/M ANSHAR
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf bersama Ketua DRPA, Muharuddin berorasi di depan massa yang melakukan aksi menolak LGBT di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (2/2/2018). Massa dari seratusan organisasi masyarakat (ormas) Islam ini menyatakan mendukung aksi Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji dalam memberantas maksiat di Aceh. SERAMBI/M ANSHAR 

Korban yang merasa dilecehkan oleh lawan jenis bisa berpotensi merasakan trauma hingga dewasa dan cenderung mudah untuk ditarik ke dalam hubungan sesame jenis.

2. Faktor keluarga
Faktor selanjutnya yang menjadi penyebab LGBT adalah faktor keluarga.

Pembentukan karakter seorang individu dimulai dari lingkungan terdekatnya yaitu keluarga.

Jika pada proses pembentukan karakternya individu tersebut dibuat bingung dengan karakternya sendiri, tentunya pembentukan orientasi seksualnya juga bisa bermasalah.

Contohnya adalah seperti keluarga yang memperlakukan anak perempuan seperti anak laki-laki dan juga sebaliknya.

Meskipun tidak semua kasus seperti ini menunjukkan bahwa seseorang dapat memiliki orientasi seksual yang tidak semestinya, tetapi faktor ini tetap menjadi salah satu penyebab yang masih banyak ditemui hingga saat ini.

3. Faktor lingkungan lebih dari faktor genetis
Kaum LGBT terdiri dari beberapa jenis individu dengan orientasi seksual yang berbeda.

Satu-satunya yang mendapat pengaruh dari faktor genetis adalah kaum interseks.

Sedangkan untuk yang lainnya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Sebelumnya disebutkan bahwa faktor keluarga sangat berpengaruh pada pembentukan orientasi seks seseorang.

Selain faktor keluarga, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh pada pembentukan psikoseksual seseorang. Faktor lingkungan biasanya akan semakin kuat ketika seseorang memasuki usia remaja.

Individu yang pada awalnya heteroseksual juga bisa berubah orientasi seksualnya jika masuk ke dalam lingkungan dengan orientasi seksual yang tidak biasa.

Pengalaman seksual seseorang untuk pertama kali juga bisa berpengaruh pada orientasi seksual ke depannya.

Bisa dikatakan bahwa orientasi seksual yang menyimpang ini bisa diajarkan pada seseorang yang orientasi seksualnya normal, lebih mudah diajarkan lagi pada seseorang yang belum memiliki pengalaman seksual sama sekali.

4. Penyalahgunaan teknologi
Kecanggihan teknologi memang memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia.

Tapi jika tidak digunakan dengan bijak maka bisa menyebabkan penyimpangan orientasi seksual.

Individu dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang LGBT, tapi sayangnya informasi ini tidak didukung dengan pengetahuan yang memadai.

Pada akhirnya individu yang mendapat informasi ini pun akan menyerap informasi tersebut seadanya dan akan sangat mungkin menyalahartikan informasi tersebut.

Jika tidak dibarengi dengan pengetahuan tentang apa itu LGBT sebenarnya dan apa dampak dari orientasi seksual yang menyimpang, individu tersebut bisa beranggapan bahwa LGBT adalah sesuatu yang wajar.

Sebagian artikel ini tayang di Tribunpadang.com dengan judul Mencapai 18.000 Orang, LGBT di Sumbar Terbanyak se Indonesia, Begini Sikap Pemprov

Penulis: Rizka Desri Yusfita/Dian Anditya Mutiara

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved