Breaking News:

Buah Cocok untuk MPASI si Bayi, Asal Penyajiannya Jangan Dijus

Saat anak mulai mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI), sayur dan buah yang kaya nutrisi merupakan makanan yang harus diperkenalkan

Tribun Jambi/Teguh
aneka jus 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Saat anak mulai mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI), sayur dan buah yang kaya nutrisi merupakan makanan yang harus diperkenalkan orangtua kepada anak.

Buah biasanya mudah dikonsumsi bayi, karena bayi menyukai makanan yang rasanya manis dan juga warnanya yang warna-warni sehingga menarik perhatian anak-anak.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik, dr. Frieda Handayani mengingatkan jangan sajikan buah dalam bentuk jus kepada anak-anak dibawah satu tahun.

Lebih baik disajikan dengan cara dihancurkan secara natural saja menggunakan peralatan seperti sendok atau pisau dan kandungan nutrisinya pun lebih tinggi.

MON AND KIDS - Makanan Pendamping Asi
Untuk memberikan tambahan makanan pada anak atau makanan pengganti asi hendaknya umur bayi kurang lebih 6 bulan, karena pada usia ini sistem pencernaannya seharusnya sudah cukup matang untuk mencerna makanan padat selain asi dengan baik. Beberapa organisasi profesi memang membolehkan bayi usia 4-6. Hendaknya makanan yang dipilih harus lembut dan memenuhi nilai gizi seperti wortel, bayam dan ayam yang sudah di belender.
Model : Rida Yuda Septiani (Ibu) dan Marmoko
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
MON AND KIDS - Makanan Pendamping Asi Untuk memberikan tambahan makanan pada anak atau makanan pengganti asi hendaknya umur bayi kurang lebih 6 bulan, karena pada usia ini sistem pencernaannya seharusnya sudah cukup matang untuk mencerna makanan padat selain asi dengan baik. Beberapa organisasi profesi memang membolehkan bayi usia 4-6. Hendaknya makanan yang dipilih harus lembut dan memenuhi nilai gizi seperti wortel, bayam dan ayam yang sudah di belender. Model : Rida Yuda Septiani (Ibu) dan Marmoko Tribun Jateng/Hermawan Handaka (Tribun Jateng/Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Buah yang disajika dengan cara dijua memiliki kalori yang tinggi karena rasa manis yang berlebih. Alhasil anak jadi lebih cepat kenyang, padahal anak harus mendapatkan nutrisi lainnya dari jenis makanan lain seperti dari sereal atau daging.

“Di bawah setahun gak usah jus buah, buah yang dihancurkan saja nutrisinya lebih baik. Jus buah kalorinya tinggi, baru ngejus udah kenyang nanti padahal butuh protein lain,” ungkap dr. Frieda saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2019).

Kemudian buah-buah yang manis tersebut jangan diiming-imingi sebagai hadiah karena nanti anak jadi tidak menikmati makanan utamanya dan hanya fokus pada buahnya saja.

Sarapan buah-buahan
Sarapan buah-buahan (everydaydishes.com)

Agar bayi lebih lahap makan sebaiknya juga hindari pemberian cemilan-cemilan manis, dan pilihkan perabotan makan yang menarik bagi anak agar momen saat makan menjadi kegiatan yang menyenangkan.

“Sebelum makan jangan dinerikan cemilan nanti dia makanya gak mau, pas makan dikasih serbet lucu, alat makan lucu, anak juga pengen lho diperlakukan seperti itu,” pungkas dr. Frieda.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved