Tips Kesehatan

Apakah Kecanduan Internet Dapat Menurunkan Daya Ingat dan Fungsi Otak? Berikut Penjelasannya!

Benarkah Kecanduan Internet Bisa Turunkan Daya Ingat dan Fungsi Otak? Simak Penjelasannya!

Apakah Kecanduan Internet Dapat Menurunkan Daya Ingat dan Fungsi Otak? Berikut Penjelasannya!
WORLD ISM
Ilustrasi Kecanduan Internet Dapat Menurunkan Daya Ingat 

Benarkah Kecanduan internet Bisa Turunkan Daya Ingat dan Fungsi Otak? Simak Penjelasannya!

TRIBUNNEWS.COM - Di zaman sekarang, penggunaan internet nampaknya hal yang nyaris tidak pernah ditinggalkan oleh masyarakat.

Bahkan, sebagian besar orang nampaknya tidak bisa hidup tanpa internet.

Namun, kabar buruk menerpa pengguna internet.

Terlalu banyak menggunakan internet ternyata dapat mengacaukan otak, terutama ingatan kita.

Baca: Susah Tidur? Ini 5 Tips Jitu agar Tidurmu Lebih Nyenyak!

Baca: Menelan Biji Semangka, Bahayakah bagi Kesehatan? Simak Penjelasannya

Perilaku kecanduan internet diyakini bisa menurunkan daya ingat dan fungsi otak seseorang.

Dilansir Medical Daily, sebuah studi internasional yang diterbitkan dalam World Psychiatry menunjukkan bahwa internet dapat menghasilkan perubahan akut dan berkelanjutan dalam area spesifik kognisi manusia.

Hal ini meliputi proses mental untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman melalui pengalaman dan indera.

Perubahan yang berkelanjutan ini mungkin mencerminkan perubahan fisik di otak.

Hal ini dapat memengaruhi kapasitas seseorang untuk memperhatikan, memengaruhi proses ingatan, dan memengaruhi interaksi sosial.

Dalam studi pertama ini, para peneliti menyelidiki hipotesis terkemuka tentang bagaimana internet dapat mengubah proses kognitif.

Studi ini juga meneliti sejauh mana hipotesis didukung oleh temuan terbaru dari penelitian psikologis, psikiatris dan peneliti pencitraan otak.

Laporan ekstensif menggabungkan bukti yang menunjukkan bagaimana internet dapat mempengaruhi struktur otak, fungsi, dan perkembangan kognitif.

"Inti temuan ini adalah bahwa kecanduan internet memang berdampak besar pada fungsi otak," kata Dr. Joseph Firth, peneliti senior di NICM Health Research Institute, Western Sydney University, dikutip Tribunnews dari Medical Daily.

"Misalnya, arus informasi yang tak terbatas dari internet mendorong kita untuk terus-menerus membagi fokus pada beberapa hal. Kondisi itu kemudian dapat mengurangi kapasitas kita untuk mempertahankan konsentrasi pada satu hal," imbuh Firth.

Firth mencatat bahwa dunia online menyajikan fakta dan informasi tak terbatas yang dapat diakses oleh seluruh masyakarat dunia secara konstan.

Pola perilaku ini tampaknya berpotensi mengubah cara orang dalam menyimpan dan menghargai fakta dan pengetahuan yang diterima ke otak.

Banyak kekhawatiran yang muncul atas pola perilaku kecanduan internet dan penerimaan informasi oleh otak.

Wakil direktur penelitian di NICM Health Research Institute, Western Sydney University sekaligus penulis senior, Prof. Jerome Sarris, melaporkan ledakan rangsangan yang terjadi di otak akibat internet.

"Perhatian menjadi terbagi dan menghadirkan sejumlah kekhawatiran," kata Sarris.

Sarris mengkhawatirkan peningkatan penggunaan internet, khususnya Instagram, pada masyarakat.

Menurutnya, internet memiliki kemampuan untuk mengubah struktur dan fungsi otak.

Selain itu, internet juga berpotensi mengubah tatanan sosial masyarakat.

Sarris mengingatkan agar pengguna internet harus bijak dan berhati-hati.

Ia berujar, pengguna internet harus mengurangi pekerjaan ganda di dunia maya.

Masyarakat juga diharapkan memeriksa aktivitas malam di dunia maya.

Selain itu, interaksi langsung kepada orang lain lebih disarankan daripada berkomunikasi melalui dunia maya.

Baca: Pernah Menguap Berkali-kali Tapi Tidak Mengantuk? Bisa Jadi Anda Punya Masalah Kesehatan

Baca: Hikmah Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri Menurut Sains: Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Temuan dari penelitian ini juga menyoroti betapa lebih banyak orang harus belajar tentang dampak dunia digital terhadap kesehatan mental dan kesehatan otak.

Tentu saja ada manfaat potensial yang ditemukan untuk beberapa aspek kesehatan.

Namun, masyarakat perlu menyeimbangkannya dengan risiko potensial.

(Tribunnews.com/Citra Anastasia)

Penulis: Citra Agusta Putri Anastasia
Editor: Fathul Amanah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved