Penyakit Bisa Muncul Akibat Panasnya Suhu Udara di Arab Saudi, Peserta Ibadah Haji Harus Antisipasi

Beberapa penyakit bisa timbul akibat panasnya suhu udara di Arab Saudi. Akibat dehidrasi, penyakit yang paling fatal adalah terkena heat stroke.

Penyakit Bisa Muncul Akibat Panasnya Suhu Udara di Arab Saudi, Peserta Ibadah Haji Harus Antisipasi
Daily Sabah/AFP Photo
Mekah, pada 8 Juni 2016. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Beberapa penyakit bisa timbul akibat panasnya suhu udara di Arab Saudi. Namun, peserta ibadah haji bisa mencegahnya dengan minum air yang cukup.

Kepala pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusuf menyebutkan akibat dehidrasi, penyakit yang paling fatal adalah terkena heat stroke.

Heat stroke merupakan kondisi tubuh yang memanas tidak hanya dai luar karena paparan tapi juga dari dalam.

Baca: Kemenkes Siapkan 79 Ton Obat-obatan Untuk Jemaah Haji Indonesia, Porsi Obat Cair Lebih Banyak

Saat suhu badan meningkat dan cairan ditubuh kurang dapat menyebabkan darah beku yang tidak mampu memompa darah ke otak yang memiliki fungsi utama dalam mengontrol sistem tubuh.

epala pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusuf
Kepala pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusuf saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Selasa (2/7/2019).

“Atasi dengan sering minum, jadi kalau darah gak jalan gak ada yang mompa ke otak. Kalau di Indonesia ga ada sih kejadian ini, adanya di Arab Saudi, pas lagi tenang kemudian tiba-tiba jatuh. Bisa sampai meninggal,” ungkap Eka Jusuf saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Selasa (2/7/2019).

Biasanya sebelum heat stroke diawali dulu dengan rasa keram dibagian kepala dan kejadian ini sempat terjadi pada jamaah haji Indonesia pada tahun 2015 hingga 2016 dan tidak pernah terjadi lagi hingga tahun 2018 kemarin.

Baca: Persiapan Sambut Jemaah Haji, Tim Advance Diberangkatkan ke Arab Saudi

Sementara itu, penyakit lainnya yang mungkin dialami jamaah haji yang berada di Arab Saudi adalah terken virus mers-cov yang bisa ditularkan dari hewan unta yang banyak hidup di Arab.

“Kalau penyakit yang berpotensi bisa terjadi di arab selain head stroke ada mers-cov makanya jangan dekat-dekat unta,” ungkap Eka Jusuf.

Karena berjenis virus dan ukurannya yang tak kasat mata maka pencegahan yang harus dilakukan selain menjauhi unta adalah mencuci tangan dan segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami demam yang diikuti gangguan pernafasan.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved