Olahraga Lari Menyehatkan, Tapi Ada yang Harus Diperhatikan untuk Minimalisir Risiko Sakit

Olahraga jenis lari kini banyak dipilih masyarakat. Sebab, tidak memerlukan biaya atau banyak perlengkapan dan bisa dilakukan di banyak ruang terbuka.

Olahraga Lari Menyehatkan, Tapi Ada yang Harus Diperhatikan untuk Minimalisir Risiko Sakit
Super Ball/Super Ball/Feri Setiawan
Pelari putri DKI Jakarta Rini Budiarti berpose saat mengikuti lari 800 meter putri PON XIX di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/9/2016). Rini meraih emas pada cabang olahraga lari 800 meter putri dengan catatan waktunya dua menit 12,62 detik. Super Ball/Feri Setiawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Olahraga jenis lari kini banyak dipilih masyarakat. Sebab, tidak memerlukan biaya atau banyak perlengkapan dan bisa dilakukan di banyak ruang terbuka.

Lari juga menjadi olahraga hits seiring dengan bermunculannya klub-klub lari yang dapat memperluar relasi dan banyaknya acara-acara lari yang dipadukan dengan musik dan lainnnya.

Walaupun olahraga lari baik buat tubuh, tapi lari yang berlebihan dan dilakukan dengan cara yang salah justru berisiko menimbulkan penyakit pada tubuh seperti cedera, terkilir, overused injury, ataupun dehidrasi.

Baca: Serangan Stroke Ternyata Dapat Diprediksi

Spesialis kedokteran olahraga dari RS Mitra Kemayoran dan Klinik Slim n Health Jakarta, dr. Michael Triangto, SpKO menyebutkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan terutama kesiapan fisik.

Baca: Curhat di Instagram, Andika Mahesa: Gue Kera Tamvan yang Selalu Salah di Mata Siluman dan Netizen

Memastikan kebugaran tubuh sebelum berlari terutama pada pari pemula yang ingin mengikuti marathon setidaknya lakukan checkup ke dokter terlebih dulu.

Baca: Apa Saja Olahraga yang Pantang dan Dianjurkan Bagi Penderita Diabetes?

“Periksa dulu ini penting karena kondisi tubuh dan metabolisme setiap pelari dapat berubah sewaktu-waktu, dan check-up rutin membantu mencegah pelari mengalami hal negatif,” papar dr. Michael Triangto melalui keterangan tertulisnya, Minggu (14/7/2019).

Kemudian sebelum menggeluti olahraga lari pelajari dulu soal teknik berlari yang dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh maupun peralatan yang cocok untuk digunakan misalnya jangan sampai salah menggunakan sepatu.

“Perlu meningkatkan pengetahuan tentang lari dari tehnik, peralatan, pemilihan medan yang akan ditempuh, pengaturan periodisasi latihan yang baik sampai masa istirahat yang cukup,” ungkap dr. Michael.

Selain itu untuk para penyelenggara acara yang mengadakan acar lari juga harus memastikan keamanan lintasan, persedian air, medis untuk mengantisipasi cedera atau kejadian negatif lain pada pelari.

“Para penyelenggara juga diharapkan melibatkan induk olahraga athletik untuk meningkatkan nilai keamanan, Kemenkes hingga Kemenpora sebagai pemangku kepentingan kesehatan masyarakat dan berbagai jenis kegiatan olahraga,” pungkas dr. Michael.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved