Trik Menjaga Kesehatan Saluran Pernafasan Anak dari Paparan Polusi

Tidak cuma orang dewasa, anak-anak juga perlu mendapatkan perhatian khusus di tengah kondisi udara yang kualitasnya menurun.

Trik Menjaga Kesehatan Saluran Pernafasan Anak dari Paparan Polusi
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Sejumlah murid SD Negeri 29 dan 67 Jalan H Imam Munandar, Pekanbaru, Riau, menggunakan masker saat belajar di halaman sekolah, Rabu (31/7/2019). Hal ini dilakukan sejak adanya imbauan dari sekolah sehari sebelumnya agar para murid dapat terhindar dari penyakit saluran pernapasan akibat kabut asap yang mulai menerpa Kota Pekanbaru. Imbauan menggunakan masker tersebut akan terus diberlakukan selama kabut asap masih ada. Tribun Pekanbaru/Theo Rizky 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Tidak cuma orang dewasa, anak-anak juga perlu mendapatkan perhatian khusus di tengah kondisi udara yang kualitasnya menurun.

Anak-anak bahkan lebih mudah terkena paparan kualitas udara yang buruk seperti polusi karena mereka bernafas lebih cepat dibanding orang dewasa.

Selain itu banyaknya aktivitas di luar ruangan juga membuat anak-anak rentan menghirup atau terpapar polusi udara.

Baca: Pagi Ini Kualitas Udara di Jakarta Masih Tidak Sehat, Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar Rumah

Dr. Wahyuni Indawati, Sp. A (K), dokter spesialis anak konsultan respirologi RS Pondok Indah – Pondok Indah menyebutkan udara buruk yang terhirup oleh anak-anak akan berdampak negatif pada saluran pernafasan.

“Saluran pernapasan, penurunan fungsi paru,dan perburukan penyakit paru dan jantung yang sudah ada sebelumnya,” papar dr. Wahyuni Indawati, Sp. A (K) melalui keterangan tertulisnya.

Bagi anak yang sudah memiliki penyakit pada paru-paru tentunya paparan udara yang buruk akan semakin memperburuk keadaan.

“Risiko perburukan penyakit paru akan lebih tinggi pada anak yang memiliki penyakit sebelumnya seperti asma, pneumonia, penyakit jantung, gangguan imunitas, malnutrisi,” ungkap dr. Wahyuni.

Dr. Wahyuni pun berbagi tips bagi orangtua untuk memastikan kesehatan pernafasan anak seperti menghindari beraktivitas di sekitar jalan raya yang penuh dengan kendaraan.

Penting bagi orangtua bekerjasama dengan sekolah anak untuk membatasi waktu bermain anak di luar ruang apabila kondisi udara sedang tidak baik.

Saat menggunkaan pendingin ruangan (air conditioner) pastikan dalam mode “re-circulate”, ganti filter secara teratur.

Pakaikan masker pada anak yang sesuai ukurannya dan ganti masker jika sudah tampak kotor.

Hindari aktivitas dalam rumah yang dapat menambah kontaminasi seperti merokok di lingkungan sekitar rumah karena akan memperburuk dampak polusi udara dan dampak paparan asap rokok bagi anak

Pastikan status hidrasi anak cukup, anjurkan untuk banyak minum agar saluran napas tetap lembab dan lendir tetap encer.

Penggunaan alat penyaring udara (air purifier) dapat membantu membersihkan udara di dalam ruangan.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved